TribunTimur/

PKL Hambat Pengerjaan Jalan di Kawasan Pasar Sentral Makassar

Aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Pasar Sentral Makassar mengganggu aktivitas pengerjaan jalan dikawasan tersebut.

PKL Hambat Pengerjaan Jalan di Kawasan Pasar Sentral Makassar
SANOVRA JR/TRIBUN TIMUR
Suasana betonisasi ruas jalan HOS Cokroaminoto yang belum rampung pengerjaannya, Makassar, Sabtu (16/9). Perampungan betonisasi jalan ini terpaksa terhambat oleh lapak pedagang yang sampai saat ini masih enggan direlokasi masuk ke gedung New Makassar Mal 

Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Pasar Sentral Makassar mengganggu aktivitas pengerjaan jalan dikawasan tersebut.

Kasi Pembangunan Jalan Dinas PU Makassar M Darlis mengatakan pihaknya telah melakukan sosialisasi hingga pendekatan kepada para PKL untuk menghentikan aktivitas di atas jalan itu tapi para PKL tetap saja bertahan.

Dengan begitu, pengerjaan jalan yang sedang berlangsung di kawasan New Makassar Mall terancam tak selesai.

"Kami belum tahu juga kenapa mereka tidak mau pindah, padahal sudah kami sosialisasi jauh hari sebelum melakukan pengerjaan jalan ini," katanya.

Saat ini proyek pembangunan jalan di kawasan Pasar Sentral baru memasuki 40 persen pengerjaan.

Anggaran pembangunan proyek ini di ambil dari anggaran pemerintah pusat.

Sementara itu, Direktur Operasional PD Pasar Japri Y Timbo mengatakan para PKL yang berjualan ini seharusnya berjualan di New Makassar Mall atau Pasar Sentral.

Namun karena alasan belum membayar serta tidak sepakat dengan lokasi yang diberikan oleh pengelola Pasar Sentral, akhirnya para PKL memilih bertahan di tempat penampungan.

Para PKL ini berjualan diatas jalan yang ada di kawasan Pasar Sentral, pasca kebakaran beberapa tahun lalu.

Meski demikian, pihak PD Pasar kata Japri berusaha untuk memediasi para PKL untuk tidak menganggu aktivitas pengerjaan jalan beton.

"Kami koorinasi terus ini ke PKL, " ujar Japri.

Penulis: Saldy
Editor: Ardy Muchlis
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help