TribunTimur/

Gegara Kemarau, Daya Listrik PLN Sulselrabar Turun 209 MW

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) mengalami penurunan daya listrik

Gegara Kemarau, Daya Listrik PLN Sulselrabar Turun 209 MW
MUH ABDIWAN/TRIBUN TIMUR
General Manager (GM) PT PL (Persero) Wilayah Sulselrabar Bob Saril dan GM PLN UIP Sulbagsel Hening Kyat Pamungkas menyerahkan bantuan kepada warga miskin, Senin (4/9/2017). kegiatan ini adalah rangkaian program memperingati hari pelanggan nasional berupa pemasangan meteran listrik prabayar GRATIS, pemberian token senilai 100 ribu dan bantuan modal usaha secara langsung kepada kaum duafa yang terpilih 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) mengalami penurunan daya listrik sekitar 209 Megawatt (MW).

General Manager (GM) PT PLN Wilayah Sulselrabar, Bob Sarli yang dihubungi via pesan WhatsApp, Minggu (17/9) menuturkan, total daya yang mampu dipasok kemarin sekitar 1.083 MW dari 1.292 MW. Sedang beban pemakaian sekitar 1.050 MW.

"Artinya, meski daya listrik turun, pasokan listrik di wilayah Sulselrabar tetap surplus 33 Megawatt," kata lelaki berkacamata itu.
Terkait pemadaman yang kadang terjadi di beberapa daerah, ia mengklaim itu hanya gangguan jaringan saja.
"Dan biasanya tidak lama. kami berusaha terus melakukan pemeliharaan jaringan juga, sehingga ada beberapa tempat dilakukan pemadaman untuk safety dengan terencana," katanya.

Terkait penurunan daya, Bob menuturkan sejak musim kemarau melanda wilayah Sulselrabar, sudah hampir tiga bulan ini, menyebabkan turbin Pembangkit Listrik tenaga Air (PLTA) Poso tidak berfungsi secara optimal karena debit airnya turun.

"Walaupun ini musim kemarau, untuk PLTA Bakaru kita masih optimal, yang ada penurunan sedikit adalah PLTA Poso yang biasanya bisa 190 MW tetapi sekarang 130 MW," katanya.

Selain itu, penurunan daya juga terjadi di kurang lebih delapan lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Minihydro (PLTM) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).

"Belum lagi PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) Barru juga hilang sekitar 80 MW, dan beberapa PLTD (Pembangit Listrik Tenaga diesel di lima lokasi, Tello, Parepare, Talasa, Tallo Lama, dan Masamba," katanya. (*)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Ardy Muchlis
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help