TribunTimur/

LP2M Unhas Ajari Masyarakat Parepare Hadapi Bencana Alam

manfaat kegiatan sosialisasi ini diharapkan terbitnya peta kapasitas lembaga dan masyarakat dalam menghadapi bencana alam.

LP2M Unhas Ajari Masyarakat Parepare Hadapi Bencana Alam
HANDOVER
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Sosialisasi Penguatan Kapasitas Lembaga dan Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana Alam di Kota Parepare. 

Laporan Wartawan Tribun Timur: Darul Amri Lobubun

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Sosialisasi Penguatan Kapasitas Lembaga dan Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana Alam di Kota Parepare.

Kegiatan yang digelar di Kantor Walikota Parepare, Selasa (12/9/2017) ini bekerja sama dengan Pemerintah Kota Parepare. Sosialisasi ini sebagai bagian implementasi salah satu tri darma perguruan tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat.

Dikutip dari rilis berita yang diterima Tribun-timur.com, Kamis (14/9/2017), manfaat kegiatan sosialisasi ini diharapkan terbitnya peta kapasitas lembaga dan masyarakat dalam menghadapi bencana alam.

Selain itu berkurangnya resiko, sebagai dampak siap siaganya masyarakat terhadap bencana dan memberikan pengetahuan tentang penerapan ilmu geologi khususnya bidang kebencanaan kepada lembaga dan masyarakat.

Sosialisasi dibuka oleh Kepala Bappeda Kota Parepare H Iwan Asaad AP MSi. Kegiatan yang berlangsung 3 jam ini, diisi materi dan sesi diskusi yang dibawakan tim dari Teknik Unhas Dr Ir Busthan Azikin MT dan Dr Eng Hendra Pachri ST MEng.

“Kegiatan ini dihadiri beberapa kepala dinas terkait, BPBD, Tagana, Camat dan lurah beserta tokoh masyarakat dan LSM,” kata Busthan Azikin.

Pada sesi diskusi seluruh peserta berpartisipasi aktif dalam mengembangkan kapasitas antarlembaga, khususnya meramu tupoksi masing-masing lembaga dalam menjalankan fungsinya pada saat sebelum, berlangsungnya dan setelah bencana terjadi.

“Pada saat diskusi sangat banyak masukan dan informasi baru yang didapatkan oleh tim geologi Unhas, terutama menyangkut sistem tata kota yang menurut peserta diskusi sangat perlu dibenahi,” kata Kepala Bappeda Parepare Iwan Asaad.

“Demikian pula pola hidup masyarakat yang kurang simpati terhadap bahaya bencana alam, akibat kurangnya kesadaran dan pemahamana masyarakat akan bencana alam itu sendiri,” tambahnya.

Dalam penutupan kegiatan sosialisasi, Kepala Bappeda menyarankan untuk segera dibuatkan sebuah rencana Induk penanggulangan bencana yang didalamnya terdiri atas buku pintar kebencanaan, kelurahan siaga bencana sebagai wilayah percontohan, serta perda untuk melegalkan rencana induk tersebut. (*)

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help