TribunTimur/

Jelang Penerapan Smart Parking, PD Parkir Makassar Sibuk Pemetaan Titik

Sistem perparkiran online untuk mewujudkan program smart parking rencananya dimulai awal Oktober mendatang.

Jelang Penerapan Smart Parking, PD Parkir Makassar Sibuk Pemetaan Titik
TRIBUN TIMUR/ALFIAN
Direktur Utama PD Parkir Makassar, Irianto Ahmad, 

Laporan wartawan TRIBUN-TIMUR, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Perusahaan Daerah (PD) Parkir Makassar Raya segera memberlakukan sistem perparkiran online untuk mewujudkan program smart parking, rencananya dimulai awal Oktober mendatang.

Saat ini PD Parkir tengah melakukan survei pemetaan wilayah titik-titik parkir yang dimungkinkan akan diberlakukan progres smart parking ini.

"Saya sudah arahkan tim untuk membagi kepada tiga daerah klasifikasinya, daerah padat, sedang dan tidak padat,” kata Dirut PD Parkir Makassar Raya, Irianto Ahmad, Jumat (15/9/2017) via rilis ke tribun-timur.com.

Untuk memaksimalkan penataan wilayah ini dibutuhkan waktu hingga sepekan atau lebih dari 10 hari. Sehingga, progres smart parking ini bisa mulai diberlakukan awal Oktober nantinya.

Anto sapaan akrabnya penerapan smart parking metode online ini akan diprioritaskan di wilayah padat kendaraan pengguna jasa parkiran, misalnya di Pasar Butung, Jl Sulawesi.

“Kira-kira survei makan waktu satu minggu hingga 10 hari karena saya rencana Oktober sudah Go tapi pasti tidak langsung seluruh titik di Makassar, kita menunggu hasil survei, dan survei terus dilakukan,” terangnya.

Dia menjelaskan, tujuan dilakukan survei untuk menentukan efektivitas titik parkiran dan demi memberikan kesejahteraan terhadap seluruh juru parkir (jukir).

Hasil survei lokasi pun kedepan rencananya akan ada penggabungan wilayah antara daerah sedang dan tidak padat kendaraan.

“Untuk kesejahteraan jukir tetap ada sharing kita lakukan, tapi sekarang tidak lagi berupa tunai. Kita sudah profesionalkan dibuatkan ATM para jukir, setiap saat bisa pantau lewat HPnya,” kata Anto.

Sementara untuk penarikan tarif kepada pengguna jasa parkir tetap diupayakan biaya normal. Untuk kendaraan roda dua (motor) tetap Rp1.000, dan roda empat (mobil) Rp2.000. (*)

Penulis: Saldy
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help