TribunTimur/

INNALILLAH! Pesantren Terbakar, 22 Penghafal Al Quran Meninggal

Kebakaran dilaporkan terjadi pada pukul 05.40 waktu setempat pada Kamis. Menurut pihak kepolisian

INNALILLAH! Pesantren Terbakar,  22 Penghafal Al Quran Meninggal
HANDOVER
Safari Ramadan Partai Gerakan Indonesia Raya yang dipimpin ketua DPC bersama sekretaris di Mesjid Miftahul Khair Kecce, Desa Paroto Kecamatan Lilirilau menghadirkan hafidz internasional, Minggu (11/6/2017) kemarin. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Innalillah wainna ilaihi rajiun. Kabar duka ini menjadi perhatian umat Muslim. 

Sebanyak 22 calon Penghafal Al Quran Meninggal dunia bersamaan.

Baca: 2 Perempuan WNI Curhat Korban Janji ‘Surga’ ISIS, Nikah Tinggal Tunjuk Istri

Kejadian memilukan terjadi di Kuala Lumpur, Malaysia. Rumah Tahfiz mengalami musibah kebakaran yang menyebabkan 24 orang siswa dan guru meregang nyawa.

Kebakaran di Sekolah Tahfiz Darul Quran Ittifaqiyah terjadi pada Kamis pagi dini hari. Para korban diduga terjebak di dalam asrama karena jendela kamar mereka dilindungi dengan teralis besi.
"Ini merupakan musibah kebakaran terburuk di Malaysia dalam 20 tahun terakhir," kata Khirudin Drahman, Direktur Departemen Kebakaran dan Keselamatan kepada AFP.

Baca: TERPOPULER: Skoring Tes CPNS, Najwa Shihab, dan Korban Obat Keras PCC di Kendari

Perhitungan awal, jumlah korban yang tewas mencapai 25 orang. Namun, kemudian, pihak kepolisian merevisinya menjadi 24 orang.

Pusat Tahfiz Darul Quran Ittifaqiyah di Jalan Keramat Ujung, Kuala Lumpur, yang terbakar Kamis (14/9/2017) dini hari
Pusat Tahfiz Darul Quran Ittifaqiyah di Jalan Keramat Ujung, Kuala Lumpur, yang terbakar Kamis (14/9/2017) dini hari (Free Malaysia Today)

Polisi mengatakan, 22 orang korban tewas adalah siswa. Kesemuanya merupakan anak laki-laki yang berusia 13-17 tahun. Sedangkan dua orang korban merupakan guru dan staf di pesantren tersebut.
Sementara itu, ada sepuluh orang korban luka yang dilarikan ke rumah sakit. Empat di antaranya mengalami luka serius.

Kebakaran dilaporkan terjadi pada pukul 05.40 waktu setempat pada Kamis. Menurut pihak kepolisian, api sudah menjalar sebelum itu.
Berdasarkan foto dan video yang beredar di media sosial, seluruh kamar bagian atas sekolah tersebut ludes terpanggang api.

"Berdasarkan penyelidikan awal kami, posisi korban yang ditemukan mengindikasikan bahwa mereka berupaya menyelamatkan diri melalui jendela, namun tak bisa karena ada teralis besi," jelas Deputi Direktur Departemen Kebakaran dan Keselamatan Soiman Jahid.

Halaman
12
Editor: Mansur AM
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help