TribunTimur/

Headline News Hari Ini

Perlukah KPK Dibubarkan? Abraham Samad: Ada Pengkhianat di Internal KPK

Abraham Samad belum berubah. Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2011-2015 ini tetap garang bicara korupsi.

Perlukah KPK Dibubarkan? Abraham Samad: Ada Pengkhianat di Internal KPK
MUH ABDIWAN
Forum Dosen Makassar kembali mengadakan dialog terbuka di Gedung Tribun Timur Jl Cendrawasih, Makasssar, Rabu (13/9/2017).Diskusi yang dipandu Dosen Fisip Unhas, Adi Suryadi Culla ini dihadiri oleh Prof Qasim Mattar, Aswar Hasan, Das'ad Latif, dan sejumlah aktivis korupsi di Makassar seperti Fik Ornop dan ACC Sulawesi.Diskusi bertajuk Perlukah KPK Dibubarkan? tersebut menghadirkan langsung mantan Ketua KPK Abraham Samad. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-- Abraham Samad belum berubah. Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2011-2015 ini tetap garang bicara korupsi.

Saat menjadi narasumber utama diskusi Forum Dosen di Tribun Timur, Rabu (13/9) sore, gaya bicara Abraham masih tetap blak-blakan dan lugas.

Meski kadang di akhir penjelasan baru sadar dan segera mengucap “off the record”.

Tujuh kali Abraram meminta penjelasannya tidak dimediakan, “off the record”.

Mata para akademisi kadang terbelalak menatap Abraham tatkala pria asal Maros ini membeberkan fakta-fakta kekejaman terhadap komisioner KPK.

Openg, sapaan Abraham oleh sebagian sahabatnya, menilai tema Perlukah KPK Dibubarkan? sangat seksi dalam disksusi dipandu Koordinator Forum Dosen Dr Adi Suryadi Culla itu.

“Pembubaran KPK petaka bagi negara ini. Keberlangsungan Indonesia ada di tangan KPK, orang mungkin bilang saya ini ‘beronani’, tapi saya sebagai orang yang pernah di sana merasakan, kalau KPK tak ada, saya tak bisa membayangkan bagaimana negeri ini," jelas Abraham.

Hadir, antara lain, Guru Besar Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) Prof Dr M Qasim Mathar, Dr Aswar Hasan, Dr Amir Muhiddin, Kordinator FIK Ornop Sulsel Asram Jaya, Direktur Anti Corruptiron Committee (ACC) Sulawesi Abdul Muthalib, Wakil Direktur ACC Sulawesi Abdul Kadir Wokanubun, Wakil Direktur Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Herman, Amir Ilyas, dan Ustad Das'ad Latif.

Hadir juga Dr Saifuddin Al Mughniy, Dr Syarifuddin Jurdi, dan peneliti ACC Anggareksa. Para akademisi dan aktivis anti korupsi ini sepakat tidak setuju dengan pembubaran KPK. Hanya saja, para akademisi tetap mengingatkan pentingnya komisioner KPK melakukan intropkesi.

Perang Abadi
Menurut Abraham, korupsi di Indonesia berbeda dengan negara lainnya. Korupsi di Indonesia sudah masuk dalam status darurat.

Halaman
123
Editor: Ardy Muchlis
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help