TribunTimur/
Home »

Maros

Pemilik Pabrik Pupuk Ilegal di Maros Diancam 5 Tahun Penjara

Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sulawesi Selatan menyegel dua pabrik pupuk ilegal milik Khabibun Nazar.

Pemilik Pabrik Pupuk Ilegal di Maros Diancam 5 Tahun Penjara
ANSAR/TRIBUN TIMUR
Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sulawesi Selatan menyegel pabrik pupuk ilegal milik seorang pengusaha ternama di Maros, Khabibun Nazar di Dusun Tamangesang, Desa Botolempangang, Kecamatan Bontoa. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Pemilik pabrik pupuk ilegal milik seorang pengusaha ternama di Maros, Khabibun Nazar (48), dijerat pasal 62 ayat 1 jo Pasal 8 ayat 1 huruf a Undang-undang nomor 8 tahun 1999 tentang, perlindungan konsumen.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombespol Dicky Sondani mengatakan, pemilik pabrik diancam pidana penjara lima tahun atau denda Rp 2 miliar.

"Selain itu, pelaku juga dijerat pasal 60 ayat 1 huruf f junto pasal 37 ayat 1 Undang-undang nomor 12 tahun 1992 tentang sistem budidaya tanaman," kata Dicky saat memimpin penyegelan pabrik di Dusun Tamangesang, Bontoa, Kamis (14/9/2017).

Pasal 60 tersebut mengancaman pidana penjara lima tahun dan denda Rp 250 juta.

Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sulawesi Selatan menyegel dua pabrik pupuk ilegal milik Khabibun Nazar yang  berada di Dusun Tamangesang, Desa Botolempangang, Kecamatan Bontoa dan di jalan Poros Kostrad, Desa Tenrigangkae, Mandai.

Personel yang dipimpin oleh Kabid Humas Polda Sulsel, Kombespol Dicky Sondani menyegel dengan cara memasangi garis polisi di gedung pabrik. Polisi menyita 4.100 zak semen di Maros.

Dicky mengatakan, barang bukti yang ditemukan di Dusun Tamangesang berupa pupuk siap jual sebanyak 2.600 zak atau 130 ton. Masing-masing zak, berisi 50 kilogram.(*)

Penulis: Ansar
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help