TribunTimur/

BNN Sebut Narkoba Flakka Masuk Sulsel, Ini Dampaknya Jika Dikonsumsi

Flakka mengandung bahan senyawa aktif kimia alpha-PVP. Zat ini adalah stimulan utama yang merangsang naiknya hormon dopamin.

BNN Sebut Narkoba Flakka Masuk Sulsel, Ini Dampaknya Jika Dikonsumsi
int
Flakka 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai peredaran narkoba jenis Flakka di daerah ini.

Narkoba jenis baru ini diakui sangat berbahaya bagi penggunanya dan memiliki efek yang sangat kuat. Pengguna yang memakai barang tersebut merasa dirinya tidak seperti manusia atau seperti orang gila.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Pencegahan BNNP Sulsel, Jamal kepada Tribun. Jamal mengaku meski obat terlarang belum ada ditemukan beredar di Sulsel, namun pihaknya tetap akan waspada.

Apalagi baru baru ini, narkoba jenis Flakka ini sempat menghebokan daerah tetangga. Pihak BNN Kendari mencatat sudah ada 35 orang yang dirawat di beberapa Rumah Sakit dalam kota Kendari karena diduga habis mengkonsumsi obat mirip Flakka.

"Kita belum bisa mengatakan daerah ini aman, karena siapa tau sudah ada juga beredar di masyarakat. Tapi belum ada laporan atau belum ditemukan. Jadi kita harus waspada antisipasi dengan kejadian di Kendari," kata Jamal.

Menurut Jamal narkoba jenis baru ini sangat berpotensi masuk di wilayah Sulsel. Itu dilihat dari angkat penyalagunaan narkotika di wilayah hukumnya masuk urutan sembilan tertinggi di Indonesia.

Sesuai data BNN Sulsel, angka penyalagunaan narkotika di Sulsel mencapai 130 ribu. Pengguna di Sulsel didominasi usia produktif.

Berdasarkan informasi diperoleh Tribun, Flakka mengandung bahan senyawa aktif kimia alpha-PVP. Zat ini adalah stimulan utama yang merangsang naiknya hormon dopamin.

Adapun dopamin semacam neurotransmiter di otak yang apabila jumlahnya berlebihan akan menimbulkan kesenangan berlebihan, agresivitas tinggi, hingga tak sadarkan diri.

Efek samping dari penggunaan flakka hampir mirip dengan narkoba jenis kokain dan amfetamin. Dalam jangka pendek, pengguna yang kecanduan flakka mengalami euforia yang berlebihan, denyut jantung lebih cepat, kenaikan tekanan darah, dan berperilaku waspada yang berlebihan.

Efek lainnya yang juga mengerikan dari penggunaan flakka adalah dampak pada ginjal. Zat yang terdapat pada narkoba tersebut bisa menyebabkan otot semakin lemah dan membuat tubuh mengalami hipertermia.(*)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help