TribunTimur/

Zulkifli Gani Ottoh Tersangka, Polda Sulsel Terus Selidiki Aliran Dana Korupsi Gedung PWI

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, Dicky belum bisa memastikan jadwal penahanan terhadap Zulkifli.

Zulkifli Gani Ottoh Tersangka, Polda Sulsel Terus Selidiki Aliran Dana Korupsi Gedung PWI
TRIBUN TIMUR/ SANOVRA JR
Kondisi gedung Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulsel di Jl AP Pettarani, Makassar, Rabu (6/1/2016). Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) menyayangkan Gedung PWI dikomersilkan tanpa izin Pemprov Sulsel 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol Dicky Sondani, menegaskan jika penetapan tersangka mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan, Zulkifli Gani Ottoh, sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

Yakni melalui bukti audit BPKP, pemeriksaan tersangka dan saksi-saksi serta melalui gelar perkara.

Penetapan Zulkifli sebagai tersangka dilakukan dihari pada saat penyidik Direktorat Kriminal Khusus Polda Sulsel gelar perkara, Selasa (12/9/2017).

"Penyewaan aset milik Pemprov Sulsel yang dipinjamkan ke PWI, telah ditetapkan sebagai tersangka sebab uang hasil sewa tidak disetorkan ke kas pemerintah sulsel sehingga merugikan negara Rp 1.634.396.000 dari tahun 2010 hingga 2016. Sudah diperiksa dan dilakukan gelar kemudian ditetapkan tersangka, kemarin," ujarnya saat ditemui di Mapolda Sulsel, Rabu (13/9/2017).

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, Dicky belum bisa memastikan jadwal penahanan terhadap Zulkifli.

"Soal penahanan belum dan silahkan berhubungan dengan penyidik untuk perkembangannya," tuturnya.

Terkait dengan aliran dana yang tak disetorkan Zulkifli ke pihak Pemprov, Polda masih tahap pengembangan. Bahkan Dicky menerangkan jika tak menutup kemungkinan bakal ada tersangka lainnya.

"Kami baru menerima audit dari BPKP belum kami dalami dialirkan kemana. Beberapa orang saksi sudah kita periksa, jadi tak menutup kemungkinan ada tersangka yang lain," tutupnya.

Ottoh ditetapkan sebagai tersangka, karena melanggar Peraturan Menteri (Permen) Dalam Negeri Nomor 17 tahun 2007, tentang pedoman teknis pengelolaan barang milik daerah. Diketahui tahun 2010 sampai 2015, Ottoh selaku ketua PWI Sulsel, menyewakan aset milik Pemprov, berupa gedung yang terletak di Jl AP Pettarani Makassar.

Dimana bangunan itu adalah aset milik Pemprov Sulsel yang dipinjam pakaikan ke PWI Sulsel. Ottoh diduga meminjam pakaikan aset itu tanpa seizin Pemprov Sulsel, selaku pemilik aset tersebut.

Selain tanpa izin dari pemilik, dalam hal ini Pemprov Sulsel, hasil penyewaan aset negara tersebut tidak disetorkan kepada pemerintah provinsi. Lalu, diduga uang hasil sewa itu tidak disetorkan kepada kas daerah Sulsel, sehingga perbuatannya menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 1,6 miliar.

Diketahui juga, dari hasil kerugian negara tersebut, tentunya telah melalui hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sulsel. Gani Ottoh dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 Subsider Pasal 3 UU No.31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Penulis: Alfian
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help