TribunTimur/

Kemenkumham Sulbar Nilai Ombudsman Tak Paham Aturan Seleksi CPNS

Hal tersebut diutarakan Andi Farida menanggapi kecurigaan Kepala Perwakilan Ombudsman Sulbar Lukman Umar terhadap seleksi CPNS Kemenkumham 2017.

Kemenkumham Sulbar Nilai Ombudsman Tak Paham Aturan Seleksi CPNS
nurhadi/tribunsulbar.com
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Provinsi Sulbar, Andi Farida,bersama beberapa panitia seleksi CPNS Kemenkumham Sulbar. 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Provinsi Sulbar, Andi Farida, menilai Ombudsman Sulbar tidak memahami prosedur seleksi penerimaan Calon Pegawan Negeri Sipil (CPNS).

Hal tersebut diutarakan Andi Farida menanggapi kecurigaan Kepala Perwakilan Ombudsman Sulbar Lukman Umar terhadap seleksi CPNS Kemenkumham 2017.

"Kemarin pemberitaan mengatakan ada tujuh catatan temuan Ombudsman, bila ada hal-hal yang belum tentu kebenarannya sebaiknya dikonfirmasi langsung kepada kami, sehingga kami dapat menindaklanjuti ke pusat," kata Farida kepada TribunSulbar.com, saat ditemui ruang kerjanya, Rabu (13/9/2017).

"Terus terang kami tidak terlalu senang dengan pemberitaan itu, termasuk soal patokan ukuran tinggi badan, padahal itu sudah semua kami lakukan dan kami juga sudah menjunjung tinggi asas transparasi dalam pelaksanaan seleksi ini," ujarnya menambahkan.

Farida mengatakan, tugas Ombudsman adalah mengawasi dan memberitahukan kepada pihak panitia ketika ada kekeliruan, bukan justru memata-matai atau mencari tahu kesalahan panitia, kemudian menyampaikan kepada media.

Baca: Ombudsman Curiga Seleksi CPNS Kemenkumham di Sulbar

"Sebenarnya Ombudsman ini kami anggap tidak terlalu paham juga dengan aturan, seperti yang disampaikan bahwa ada 10 perserta yang tidak memiliki tinggi badan, namun tetap diarahkan ke ruangan verifikasi berkas asli, sebenarnya semua kami arahkan karena sistemnya memang sudah seperti itu," tutur Farida.

"Jadi memang ini perlu kami luruskan, bahwa apa yang disampaikan oleh Ombudsman itu tidak benar,"  ucapnya menambahkan.

Meski demikian, Farida tetap mengacungkan terima kasih terhadap semua pihak utamanya Ombudsman.

Menurutnya hal tersebut merupakan suatu masuk dalam rangka memperbaiki proses seleksi yang dinilai oleh Ombudsman keliru.

Baca: Kecewa Tak Ada Jurusannya, Bidan Cantik di Sulbar Surati Jokowi Protes Penerimaan CPNS Kemenkes

"Kami hanya menilai, mungkin ini adalah euforia para pelamar ini tinggi karena menyambut penerimaan CPNS terbuka, yang mana beberapa tahun terakhir ini tidak pernah terbuka secara umum, sehingga wajar kalau membludak dan sedikit terlihat amburadul, namun sebenarnya tidak," tutur Farida.(*)

Penulis: Nurhadi
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help