TribunTimur/

Kasihan, Atap Ruang Kelas Nyaris Rubuh, Murid di Sekolah Ini Terpaksa Belajar Satu Ruangan

Ruang kelas yang tidak layak pakai itu memang harus segera direnovasi karena mengancam keselamatan murid dan guru.

Kasihan, Atap Ruang Kelas Nyaris Rubuh, Murid di Sekolah Ini Terpaksa Belajar Satu Ruangan
muslimin emba/tribunjeneponto.com
Kondisi bangunan Sekolah Dasar Inpres 123 Boyong di Kampung Balandangan, Kelurahan Tonrokassi Timur, Kecamatan Tamalatea, Jeneponto Sulsel, Rabu (13/9/2017). 

Laporan Wartawan TribunJeneponto.com, Muslimin Emba

TRIBUNJENEPONTO.COM, TAMALATEA - Proses belajar mengajar di Sekolah Dasar Inpres 123 Boyong di Kampung Balandangan, Kelurahan Tonrokassi Timur, Kecamatan Tamalatea, Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel), tidak berjalan efektif.

Hal itu disebabkan adanya penggabungan kelas dalam satu ruangan. Ini lantaran tiga ruang kelas di sekolah itu tidak layak pakai. Atap sudah beterbangan ditiup angin, sementara kayu untuk penyangga juga nyaris rubuh.

Kondisi bangunan Sekolah Dasar Inpres 123 Boyong di Kampung Balandangan, Kelurahan Tonrokassi Timur, Kecamatan Tamalatea, Jeneponto Sulsel, Rabu (13/9/2017).
Kondisi bangunan Sekolah Dasar Inpres 123 Boyong di Kampung Balandangan, Kelurahan Tonrokassi Timur, Kecamatan Tamalatea, Jeneponto Sulsel, Rabu (13/9/2017). (muslimin emba/tribunjeneponto.com)

"Agustus kemarin kita sepakati untuk digabung karena tiga ruang kelas mau dibongkar karena sudah membahayakan," ujar Kepala SD Inpres 123 Boyong Subaedah, Rabu (13/9/2017).

"Kelas satu kita gabung dengan kelas lima, kelas dua kita gabung dengan kelas empat dan kelas tiga kita gabungkan dengan kelas enam, meski kurang efektif tapi mau diapa kondisinya begitu," tuturnya.

Ada 116 murid di sekolah tersebut dengan jumlah tenaga pengajar mencapai 11 orang, rinciannya sembilan PNS dan dua honorer.

"Tentunya tidak efektif penyerapan siswa. Dapat diperkirakan hanya 65 persen penyerapan mata ajar siswa," tutur Subaedah.

Kondisi bangunan Sekolah Dasar Inpres 123 Boyong di Kampung Balandangan, Kelurahan Tonrokassi Timur, Kecamatan Tamalatea, Jeneponto Sulsel, Rabu (13/9/2017).
Kondisi bangunan Sekolah Dasar Inpres 123 Boyong di Kampung Balandangan, Kelurahan Tonrokassi Timur, Kecamatan Tamalatea, Jeneponto Sulsel, Rabu (13/9/2017). (muslimin emba/tribunjeneponto.com)

Ia menambahkan, ruang kelas yang tidak layak pakai itu memang harus segera direnovasi karena mengancam keselamatan murid dan guru. Apalagi bangunan sekolah itu sudah berdiri sejak 1970-an.

Hingga saat ini, Pemkab Jeneponto melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jeneponto belum juga memberikan kejelasan terhadap nasib bangunan tua itu.

"Ini sudah dijanji tahun ini akan dikerja karena saya sudah masukkan kemarin di Kasi Sepres permohonan secara manual dan beberapa kali saya sampaikan. Katanya sisa menunggu pencairan tahun ini tapi saya tidak tahu berapa anggarannya," ungkap Subaedah.(*)

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help