TribunTimur/

Cerita Pemuda Enrekang, Rela Tak Tidur Demi Daftar CPNS Kemenkumham

Perjuangannya tak mudah, ia harus kasak kusuk kesana kemari mengurus semua berkas yang dipersyaratkan seperti legalisir Ijazah, KTP, dan lainnya.

Cerita Pemuda Enrekang, Rela Tak Tidur Demi Daftar CPNS Kemenkumham
Muh Azis Albar/Tribunenrekang.com
Indra (20) 

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Tahun ini Pemerintah Republik Indonesia membuka pendaftaran untuk ribuan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di berbagai Kementerian.

Sejumlah masyarakat pun menyambut baik dengan beregas mendaftarkan diri mengandalkan modal Ijazah SMA maupun Sarjana yang mereka miliki.

Tak ketinggalan pemuda Enrekang, Indra (20), juga turut ikut mendaftar bersama puluhan ribu pelamar lainnya.

Dengan modal ijazah SMA yang Ia miliki, dirinya mendaftar pada lowongan sipir di Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia.

Segala berkas persyaratan yang dibutuhkan dalam pendaftaran ia penuhi dan kumpulkan.

Perjuangannya tak mudah, ia harus kasak kusuk kesana kemari mengurus semua berkas yang dipersyaratkan seperti legalisir Ijazah, KTP, dan lainnya.

Belum lagi saat mendaftar disitus yang telah disediakan oleh Menpan-RB sangat sulit ditembus lantaran banyaknya pelamar yang juga melakukan akses ke website secara bersamaan.

Bahkan, untuk melihat nomor antrian pada tes tinggi badan, dirinya harus rela tak tidur demi bisa mengetahui nomor antriannya.

"Paling parah waktu mau lihat nomor antrian, situsnya failed terus jadi saya sampai tak tidur semalaman untuk cek situs tapi tetap tak bisa dibuka," kata Indra kepada TribunEnrekang.com, Rabu (13/9/2017).

Ia mengaku sudah sempat putus asa untuk meneruskan perjuangannya mendaftar CPNS karena tak kunjung mengetahui nomor antrian dan jadwal dirinya mengikuti tes pengukuran tinggi badan.

"Saya sempat sudah menyerah apalagi dalam tiga hari bolak balik warkop untuk akses situs tapi tak bisa-bisa dibuka," ujar pria kelahiran 13 Februari 1997 ini.

"Untung saja aturannya diubah, biar tak cetak nomor antrian tetap bisa ikut tes pengukuran tinggi badan jadi lanjut lagi perjuangan," tambahnya.

Sama seperti peserta lainnya, ia pun berharap bisa lolos dan diterima sebagai PNS Kemenkumham agar bisa hidup sejahtera.

Tak lupa Ia juga meminta agar proses perekrutan CPNS harus lebih siap utamanya dalam menyiapkan situs yang mudah untuk diakses.

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help