TribunTimur/

Besok, Tiga Pejabat PD Pasar Raya Makassar bakal Diperiksa Soal Pungli di Pasar Pabaeng-baeng

Haedar bahwa pemeriksaan ketiga pejabat PD Pasar Raya dalam kapasitasnya sebagai saksi meringankan.

Besok, Tiga Pejabat PD Pasar Raya Makassar bakal Diperiksa Soal Pungli di Pasar Pabaeng-baeng
TRIBUN TIMUR/HASAN BASRI
persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar dalam kasus dugaan pungutan liar (Pungli) pembayaran sewa lods pasar Pabaeng-baeng, Selasa (28/02/2017) sore. 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Penyidik Kejaksaan Negeri Makassar mengagendakan kembali pemeriksaan tiga pejabat Perusahaan Daerah (PD) Pasar Raya Makassar dalam kasus dugaan korupsi penyimpangan penjualan lods pasar Pabaengbaeng Timur, Makassar.

Ketiga pejabat itu masing masing Direktur Operasional PD Pasar Raya Makassar, Jepri Y Timbo, Kepala Bagian Fisik dan Perencanaan PD Pasar, Yusnita dan Kepala Bagian Keuangan PD Pasar, Lutfi Gunawan.

Menurut Pelaksana Tugas Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Makassar, Haedar bahwa pemeriksaan ketiga pejabat PD Pasar Raya dalam kapasitasnya sebagai saksi meringankan.

Saksi meringankan ini merupakan permintaan dari terdakwa Eks Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Raya Makassar, Rahim Bustam."Mereka adalah saksi meringankan yang diajukan oleh tersangka. Besok, kami akan periksa," tuturnya.

Haedar mengaku keterangan saksi ini sangat dibutuhkan untuk perampungan berkas perkara tersangka sebelum dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Makassar.

persidangan nanti akan membuktikan Rahim Bustam terbukti bersalah atau tidak atas kasus tersebutm

Mantan Direktur Utama PD Pasar Raya Makassar, Rahim Bustam sebelumnya disangka pasal 8 tentang penggelapan dan pasal 12 huruf (a) dan (b) Undang-undang Tipikor, Jo pasal 55 ayat KUHP.

Sesuai pasal itu, Sekretaris Dewan Pengawas PD Pasar Makassar Raya terancam hukuman 20 tahun penjara atas kasus dugaan korupsi penyimpangan dana sewa lods Pasar Pa'baengbaeng Timur Kota Makassar.

Peran Rahim Bustam dalam kasus itu disebut turut serta atau penganjuran terhadap terpidana mantan, Kepala Pasar Pa'baengbaeng, Laisa Mangong. Laisa sebelumnya lebih dulu ditetapkan tersangka dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Polda Sulsel. (*)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help