TribunTimur/

Atap SDI 123 Boyong Nyaris Rubuh, Begini Kata Kadisdik Jeneponto

Nur Alam Basir mengandalkan anggaran pusat dari Kememterian Pendidikan dan Kebudayaa untuk renovasi bangunan sekolah.

Atap SDI 123 Boyong Nyaris Rubuh, Begini Kata Kadisdik Jeneponto
muslimin/tribunjeneponto.com
Bangunan Sekolah Dasar Inpres 123 Boyong di Kampung Balandangan, Kelurahan Tonrokassi Timur, Kecamatan Tamalatea, Jeneponto, Rabu (13/09/2017) pagi. 

TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jeneponto Nur Alam Basir meminta agar Kepala SDI 123 Boyong Subaedah memasukkan data kerusakan sekolah ke Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Bidang Sarana.

Hal itu diutarakan Nur Alam Basir menanggapi kondisi tiga ruang kelas SDI 123 Boyong, Kelurahan Tonro Kassi, Kecamatan Tamalatea, yang tidak difungsikan lantaran nyaris rubuh.

"Mestinya itu kepala sekolah memasukkan data kerusakan sekolah, baik itu rusak berat, ataupun ringan ke Dapodik Bidang Sarana, agar dapat ditindaklanjuti tahun depan," kata Nur Alam Basir via telepon, Rabu (13/9/2017).

Menurut Nur Alam, data kerusakan sekolah yang telah diinput dalam program berbasis aplikasi itu dapat diakses dan direspon oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Baca: Sekolah di Jeneponto Ini Telah Lahirkan Anggota DPR RI, Lihat Kondisinya Sekarang

"Makanya itu, saya kiri kanan ke sekolah-sekolah agar masing-masing kepsek menerapkan sistem kerja berbasi teknologi dengan memberdayakan operatornya," ujar Nur Alam.

Nur Alam Basir mengandalkan anggaran pusat dari Kememterian Pendidikan dan Kebudayaa untuk renovasi bangunan sekolah.

"Karena kalau APBD yang mau kita andalkan itu, hanya bisa untuk perbaikan pagar saja, makanya haru menggunakan DAK kementerian," tuturnya.

Dana Alokasi Khusus (DAK) 2017 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang telah dicairkan Disdik Jeneponto sebesar Rp 11 milliar untuk perbaikan sekolah yang disebar di 11 kecamatan.

Baca: VIDEO: Miris, Begini Kondisi SD Inpres 123 Boyong Jeneponto

KepalaSDI 123 Boyong Subaedah mengaku telah menginput data persentase kerusakan sekolah ke Dapodik Sarana.

"Operator kita kemarin sudah bikin data kerusakannya dan memang ini sudah dijanji akan segera cair karena saya juga sudah disuruh untuk masukkan panitia pelaksananya," ucap Subaedah.(*)

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help