TribunTimur/

Sudah 2 Bulan Krisis Air Bersih, Warga Lau Maros Terpaksa Beli Air Tangki

Sudah dua bulan tidak bisa menikmati air dengan maksimal. Dia harus begadang hingga pukul 2.00 wita untuk mendapatkan air.

Sudah 2 Bulan Krisis Air Bersih, Warga Lau Maros Terpaksa Beli Air Tangki
ANSAR
Proses pelebaran jalan Trans Sulawesi di Kecamatan Lau, membuat PDAM Maros mengalami kerugian puluhan juta rupiah. Alasannya, pipa air mengalami kerusakan karena dikeruk ekskavator. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Sejumlah warga, Desa Marannu, Kecamatan Lau, Maros, sudah dua bulan mengeluhkan kurangnya pasokan air minum Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), Selasa (12/9/2017).

Seorang warga, Hasni sudah dua bulan tidak bisa menikmati air dengan maksimal. Dia harus begadang hingga pukul 2.00 wita untuk mendapatkan air.

"Sudah dua bulan kami kesusahan untuk mendapatkan air dari PDAM. Kami terpaksa harus begadang sampai tengah malam hanya untuk menadapatkan lima ember," katanya.

Padahal, kebutuhan air saat pagi cukup banyak untuk keperluan mandi, mencuci dan memasak. Volume air yang mengalir juga cukup kecil.

Untuk menyisiati kekurangan air, beberapa warga memilih untuk membeli air tangki dengan harga ratusan ribu.

Dia PDAM memaksimalkan pelayannya. Apalagi, warga harus membayar tagihan setiap bulan.

Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Maros, Abdul Baddar mengatakan, tidak maksimalnya suplai air ke Lau karena disebabkan karena kemarau.

Penyebab lain, yakni adanya pengerjaan pelebaran jalan Poros Maros di Barandasi, Kelurahan Maccini Baji, di Lau.

"Kami akan benahi permasalahan itu. Kami akan memperbaiki jaringannya," katanya.

Sekitar 1.000 pelanggan yang terkena dampak pelayanan PDAM.  (*)

Penulis: Ansar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help