TribunTimur/

Proyek Pengerjaan Jalan Asal-Asalan, Mahasiswa Demo Kantor Bupati Jeneponto

Pengunjuk rasa menyoroti pengerjaan ruas jalan Bungun Lompoa-Pallambuta yang dinilai tidak sesuai dengan standar pengerjaan.

Proyek Pengerjaan Jalan Asal-Asalan, Mahasiswa Demo Kantor Bupati Jeneponto
muslimin/tribunjeneponto.com
Sejumlah mahasiswa mengatasnamakan Forum Mahasiswa dan Pemuda Sulsel berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Jeneponto, Jl Lanto Dg Pasewang, Kecamatan Binamu, Selasa (12/09/2017) siang. 

TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU - Sejumlah mahasiswa mengatasnamakan Forum Mahasiswa dan Pemuda Sulsel berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Jeneponto, Jl Lanto Dg Pasewang, Kecamatan Binamu, Selasa (12/09/2017) siang.

Dalam orasinya, pengunjuk rasa menyoroti pengerjaan ruas jalan Bungun Lompoa-Pallambuta yang dinilai tidak sesuai dengan standar pengerjaan.

"Pengerjaan jalan itu kami anggap asal-asalan setelah kami investigasi di lapangan ada beberapa titik yang tidak merata dan beberapa bulan telah rusak, sampai hari ini belum diperbaiki," kata Korlap Mantariso.

Menurutnya, Pemkab Jeneponto harus bersikap tegas dalam pengawasan dan pemberian sanksi kotraktor-kontraktor nakal.

Baca: Gaji Mau Naik, Eh DPRD Jeneponto Baru Eksekusi Dua Perda

"Jadi kami meminta Bupati Jeneponto agar tegas terhadap pengawasan Dinas PU dan menginterpensi rekanan yang mengerjakan proyek," ujar Mantariso.

Pengerjaan peningkatan jalan ruas Bungun Lompoa-Pallambuta dikerjakan oleh PT Harfia Graha Perkasa dengan total anggaran Rp 7.147.800.000 yang bersumber dari dana DAK Penugasan Tahun 2017.

Usai berorasi di depan Kantor Bupati Jeneponto, pengunjuk rasa melanjutkan aksinya di Kantor Dinas PU Jeneponto Jl Sultan Hasanuddin, Kecamatan Binamu.

Di kantor itu mereka ditemui oleh Plt Kepala Dinas PU Jeneponto Arifin Nur.

Baca: IRT di Desa Kaluku Jeneponto Ini Ditemukan Bersimbah Darah, Leher Teriris

Pihaknya pun berjanji akan melakukan pengawasan terhadap pengerjaan jalan yang dinilai asal-asalan itu.

"Kita akan lakukan pengawasan terhadapa hassi pengerjaannya dan memanggi rekanan dan konsultannya, kalau perlu jangan dibayarkan," ujar Arifin Nur menemui pengunjukrasa.(*)

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help