TribunTimur/

OJK: Tingkat Literasi Keuangan Sulsel di Bawah Nasional

Horas menuturkan, secara nasional, tingkat literasi masyarakat terhadap kegiatan finansial hanya sekitar 29,7 persen saja.

OJK: Tingkat Literasi Keuangan Sulsel di Bawah Nasional
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN
Otoritas Jasa Keuangan menggelar sosialisasi kesiapan industri jasa keuangan dalam meningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia di Kantor Perwakilam OJK Sulampua Jl Sultan Hasanuddin Makassar, Selasa (12/9/2017).Hadir Deputi Direktur Direktorat Pelayanan Konsumen Rela Ginting dan Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Horas Tarihoran. tribun timur/muhammad abdiwan 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Otoritas Jasa Keuangan menggelar sosialisasi kesiapan industri jasa keuangan dalam peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia di Kantor Perwakilan OJK Sulampua, Jl Sultan Hasanuddin Makassar, Selasa (12/9/2017).

Hadir Deputi Direktur Direktorat Pelayanan Konsumen Rela Ginting dan Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Horas Tarihoran.

Horas menuturkan, secara nasional, tingkat literasi masyarakat terhadap kegiatan finansial hanya sekitar 29,7 persen saja.

"Tingkat literasi kita masih 29,7 persen. Kalau diambil perumpamaan dari 100 orang, yang tahu keuangan cuma 29 orang dan yang punya akses ke keuangan formal hanya 67,8 persen," kata Horas.

Otoritas Jasa Keuangan menggelar sosialisasi kesiapan industri jasa keuangan dalam meningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia di Kantor Perwakilam OJK Sulampua Jl Sultan Hasanuddin Makassar, Selasa (12/9/2017).Hadir Deputi Direktur Direktorat Pelayanan Konsumen Rela Ginting dan Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Horas Tarihoran. tribun timur/muhammad abdiwan
Otoritas Jasa Keuangan menggelar sosialisasi kesiapan industri jasa keuangan dalam meningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia di Kantor Perwakilam OJK Sulampua Jl Sultan Hasanuddin Makassar, Selasa (12/9/2017).Hadir Deputi Direktur Direktorat Pelayanan Konsumen Rela Ginting dan Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Horas Tarihoran. tribun timur/muhammad abdiwan (TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN)

Kondisi ini termasuk ke dalam kondisi yang tidak normal. Lantaran, literasi yang rendah tapi pengguna keuangan justru tinggi. Akan tetapi, jika masyarakat paham terhadap literasi keuangan maka akan meningkatkan produk keuangan.

"Agak sedikit anomali, literasi rendah tapi penggunaannya tinggi. Makanya, kami mendorong seluruh industri keuangan untuk berpartisipasi," kata Horas.

Bagaimana dengan Makassar? Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK RI, Tirta Segara menuturkan tingkat literasi di Sulsel masih 28,4 persen, atau di bawah angka nasional.

"Namun survei tiga tahun lalu, di Sulsel ini tingkat literasu masih 14 persen. Nah akhir 2016 meningkat hingga 28,4 persen. Tentu ini sangat baik," katanya.

Sedangkan untuk tingkat inklusi keuangan, Sulsel di atas nasional. yakni 68 persen. Sedangkan di nasional 67,8 persen. "Namun kami optimis target tingkat inklusi keuangan nasional hingga 75 persen pada 2019 mendatang," ujarnya.

maka dari itu, OJK terus mendorong untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang literasi keuangan. Lantaran, untuk meningkatkan pemahaman literasi keuangan harus dimulai dari bawah.

"Kami kembangkan materi literasi dari SD, SMP, sampai perguruan tinggi. Kami dorong lembaga keuangan, jangan hanya jual produk, tapi sampaikan juga risikonya," ujarnya. (*)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help