TribunTimur/

Mahasiswa FTI UMI Penasaran Soal Pertumbuhan Industri di Indonesia Turun, Ini Kata Faizal Safa

Ketua umum Ikatan Sarjana Teknik dan Menajamen Industri Indonesia, Ir Faizal Safa menjadi pembicara tunggal pada studium generale maba FTI UMI

Mahasiswa FTI UMI Penasaran Soal Pertumbuhan Industri di Indonesia Turun, Ini Kata Faizal Safa
MUNAWWARAH AHMAD
Ir Faizal Safa usai menjadi keynote speaker pada stadium general mahasiswa baru FTI UMI di Auditorium Al Jibra 

Laporan Wartawan Tribun Timur Munawwarah Ahmad

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Ketua umum Ikatan Sarjana Teknik dan Menajamen Industri Indonesia, Ir Faizal Safa menjadi pembicara tunggal pada studium generale mahasiswa baru (maba) Fakultas Teknik Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI), Senin (11/9/2017).

Bertempat di auditorium Al Jibra, Faizal bicara kedaulatan industri Nasional.

Salah satu poin penting yang disampaikan Faizal yaitu bagaimana industri Indonesia bisa bertahan dan tumbuh.

Menurutnya, hanya ada dua cara yaitu teknikal asisten (bagaimana industri bisa menghasilkan barang murah dan berkualitas) dan market (pasar).

"Teknikal asisten ini yang belum kita miliki. Mesin pembuat botol saja kita tidak punya. Dari luar asalnya. Kalau pasar aman kita,"kata Faizal mencontohkan.

Sementara pada sesi tanya jawab, salah satu mahasiswa Muhammad Nawir bertanya perihal faktor dan penyebab menurunnya industri di Indonesia.

Dengan lugas, Ir Faizal menjawab penyebabnya.

"Salah satu penyebab utamanya ialah kebijakan tidak berpihak kepada kita pelaku industri. Pajak tinggi, biaya logistik terlalu tinggi dan tidak adanya kordinasi antara pemerintah dan
Pelaku industri. Jadi jangan heran kalau semua industri lari ke China, Vietnam,"terang Faizal.

Lebih lanjut Ir Faizal menjelaskan bahwa di Indonesia biaya logistikny itu luar biasa mahalnya, 24% atau 2.400 Triliun.

"Jika dibandingkan dengan Negara lain seperti Singapura yang hanya 7%, jelas kita tertinggal,"kata Faizal.(*)

Penulis: Munawwarah Ahmad
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help