TribunTimur/

Diduga karena Persoalan Adzan, Napi Kasus Terorisme Dikeroyok di Lapas Takalar

Pengeroyokan yang terjadi pada pekan lalu ini diketahui setelah istri korban, Humairoh mendapat informasi

Diduga karena Persoalan Adzan, Napi Kasus Terorisme Dikeroyok di Lapas Takalar
mahyuddin/tribun-timur.com
ILUSTRASI: Penyuluhan HIV/AID di Lapas Takalar

TRIBUNTAKALAR.COM, PATTALASSANG - Seorang narapidana ( napi) teroris bernama Ahmad Sutrisno menjadi korban pengeroyokan oleh sesama napi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Korban saat ini diamankan dalam sel isolasi demi keamanan.

Pengeroyokan yang terjadi pada pekan lalu ini diketahui setelah istri korban, Humairoh mendapat informasi dari keluarga sesama napi bahwa suaminya minta dibesuk lantaran telah dikeroyok oleh sesama napi.

"Suami saya telah dikeroyok minggu lalu tepatnya tanggal enam September dan sampai saat ini pihak Lapas belum memberikan izin kepada kami untuk membesuk," kata Humairoh.

Motif pengeroyokan ini bermula dari ketersinggungan korban kepada sesama napi lantaran mengira sejumlah napi telah mengolok-olok adzan dan Al-Quran. Ketersinggungan itu berbuntut konflik antar sesama napi.

"Sutrisno ini tersinggung lantaran mengira napi lainnya mengolok-olok bacaan Al-Quran padahal mereka memang baru belajar baca tulis Al-Quran dan kami memang memiliki program untuk mengajarkan baca tulis Al-Quran bagi penghuni Lapas yang belum tahu baca tulis Al-Quran" kata Ince M. Rizal, Kepala Pengamanan Lapas Kelas IIB Takalar yang dikonfirmasi pada Senin, (11/9/2017).

Pihak Lapas juga membantah jika pihaknya melarang pihak keluarga untuk membesuk korban.

"Kami tidak melarang namun sesuai aturan yang berlaku bahwa napi yang sedang di kamar isolasi minimal enam sampai dua belas hari baru bisa dibesuk dan alhamdulillah Sutrisno sekarang baik-baik saja dan percayakanlah kepada kami sebab tugas kami di sini untuk membina mereka," kata dia.

Sutrisno Ahmad merupakan terpidan teroris pindahan dari Lapas Cipinang Jakarta. Sutrisno sendiri menjalani hukuman penjara selama lima tahun terkait kasus terorisme Bom Sarinah, Persimpangan Jalan M.H Thamrim, Jakarta Pusat pada 14 Januari 2016 lalu.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Napi Teroris di Lapas Takalar Dikeroyok Sesama Napi

Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help