TribunTimur/
Home »

Sport

Tim Balap Makassar Optimis dengan Regulasi PON di Praporda

pihaknya 100 persen setuju dengan pertimbangan, tidak semua tim mempunyai dana lebih untuk penerapan teknologi balap.

Tim Balap Makassar Optimis dengan Regulasi PON di Praporda
ILHAM MULYAWAN
Tim Balap Motor kota Makassar optimis dan yakin empat pebalapnya, Andi Syahrul Fajar Ramadhan, Hadi Alamsyah Djafar, Nur Asri dan Muhammad Taufik Hidayat bakal berprestasi pada ajang Praporda ‎yang akan digelar di Sirkuit Puncak Mario, Kabupaten Sidrap, 15-16 September 2017. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ilham Mulyawan

TRIBUN TIMUR.COM, MAKASSAR - Tim Balap Motor kota Makassar optimis dan yakin empat pebalapnya, Andi Syahrul Fajar Ramadhan, Hadi Alamsyah Djafar, Nur Asri dan Muhammad Taufik Hidayat bakal berprestasi pada ajang Praporda ‎yang akan digelar di Sirkuit Puncak Mario, Kabupaten Sidrap, 15-16 September 2017.

"Kita target dapat medali emas, karena di Porda Bantaeng 2014 lalu, kita dapat perak,"ujar Ketua tim Makassar, Chandra Samad Djania saat menggelar konfrensi pers di Rumah Makan Malupu, Minggu (10/9/2017) siang.

Soal penerapan regulasi yang disadur dari ajang PON Jabar 2016, pihaknya 100 persen setuju dengan pertimbangan, tidak semua tim mempunyai dana lebih untuk penerapan teknologi balap. Tentunya hal itu butuh biaya besar.

"Sehingga dengan adanya regulasi ini, maka persaingan merata karena settingan dan spek motor sama. Ditambah, disinilah kita bisa melihat potensi pebalap itu sebenarnya. Apakah dia betul-betul hebat dengan hanya mengandalkan insting dan skill balap saja,"jelas Chandra.

Untuk diketahui, Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sulsel, Subhan Aksa menerapkan regulasi balap motor PON Jabar di Praporda dan Porda, dimana setiap pebalap hanya diperbolehkan menggunakan motor dengan cc sama, merek sama dan mesin standar, tidak boleh diutak atik.

Pergantian spare part balap cuma meliputi selang rem racing, foot step racing, ban, Velg dan knalpot racing.

Sehingga lanjut Chandra, dengan mengesampingkan teknologi balap mutakhir, mau dilihat potensi setiap pebalap. Ia juga menambahkan pihakny cukup diuntungkan dengan diundurnya jadwal pelaksanaan Praporda, dari sebelumnya 15 Agustus ke 15 September, dengan begitu persiapan bisa dimaksimalkan.

"Kita rencana berangkat ke Sidrap hari Rabu (13/9), supaya pebalap kita bisa latihan-latihan dulu di sirkuit itu,"tambahnya.

Untuk pesaing, ada beberapa daerah diwaspadai, selain tuan rumah Sidrap, ada juga dari Bone.(*)

Penulis: Ilham Mulyawan
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help