TribunTimur/
Home »

Luwu

Bulog Benarkan Beras Sejahtera Dibagikan di Suli Luwu Tak Layak Konsumsi

Menurutnya, jika penyaluran beras sejahtera (rastra) ini memang cukup lama, jadi kualitas beras juga dipengaruhi karena kelamaan

Bulog Benarkan Beras Sejahtera Dibagikan di Suli Luwu Tak Layak Konsumsi
desy/tribunluwu.com
Kepala seksi Gasar dan Pengadaan Subdivre Palopo, Faisal Armin 

TRIBUNLUWU.COM, SULI - Warga Dusun Murante, Desa Murante, Kecamatan Suli, Luwu, Sulawesi Selatan, mengembalikan satu karung beras sejahtera (rastra) ke kantor desa karena berkutu, kuning dan berulat.

Kepala seksi Gasar dan Pengadaan Subdivre Palopo, Faisal Armin, yang membawahi untuk wilayah Luwu saat ditemui di kantor Desa Murante, membenarkan jika beras satu karung yang dikembalikan warga memang tak layak konsumsi.

"Inikan jumlahnya hanya satu karung aja, biasanya memang ada human eror pada proses pengangkutannya, yang sebenarnya ini sisihkan untuk tidak disalurkan, tapi pada saat itu buruh kurang jeli akhirnya ikut terangkut," ujar, Faisal, Jumat (8/9/2017).

Menurutnya, jika penyaluran beras sejahtera (rastra) ini memang cukup lama, jadi kualitas beras juga dipengaruhi karena kelamaan tersimpan di gudang.

Dia menghimbau jika ada pemerintah desa menemukan kasus yang sama untuk segera melaporkannya ke pihak Bulog agar segera digantikan.

"Di dalam juknis memang ada, jika ada ditemukan beras yang kurang layak untuk disalurkan, itu segera dilaporkan 2 × 24 jam. Jadi sebaiknya kalau ada segera lapor ke kepala gudang atau pihak bulog untuk segera digantikan," jelasnya.

Lanjut Faisal, untuk kualitas beras yang disalurkan sendiri sesuai dengan peraturan pemerintah, untuk derajat suhunya 95 persen, kadar air 14 dan menir 2 persen.

Disamping itu Kepala Urusan Pemerintahan Desa Murante, Hasrul, beras sejahtera (rastra) yang ada di Desa Murante sebagian besar sudah disalurkan.

"Sudah digantikan oleh pihak bulog beras satu karung yang berulat. Kami juga sampaikan ke bulog agar proses sortir diawasi dengan ketat, supaya kasus seperti ini tidak terulang," tutup Hasrul.

Sekedar diketahui untuk wilayah Luwu bagian selatan sendiri memiliki jatah 600 ton tiap kali penyaluran pertriwulan.

Penulis: Desy Arsyad
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help