Waspada! Penipu Catut PLN Maros, Minta Uang Rp 40 Juta ke Warga, Begini Modusnya
Dalam menjalankan aksinya, pelaku mencari rumah yang hanya dihuni oleh perempuan saat suaminya keluar untuk kerja.
Penulis: Ansar | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe
TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Modus penipuan dengan mengatasnamakan PLN marak di Maros, bahkan seorang pelanggan di kompleks Perhubungan Batangase, nyaris jadi korban.
Manajer PLN Rayon Maros, Latif Prasetyo mengatakan, Kamis (7/9/2017) dalam menjalankan aksinya, pelaku mencari rumah yang hanya dihuni oleh perempuan saat suaminya keluar untuk kerja.
Pelaku datang dan langsung menyampaikan ke target, bahwa tagihan listriknya menunggak selama beberapa bulan. Pelaku lalu mengancam akan mencabut paksa meteran yang terpasang di rumah korban.
"Jadi modusnya itu, pelaku mencari rumah yang hanya ada perempuannya. Dia lalu menyampaikan, bahwa korban tidak membayar tagihannya dan pelaku mengancam membongkar meteran," katanya.
Saat itu, pelaku lalu memberikan solusi kepada korban supaya meterannya tidak dicabut. Korban diminta untuk membayar di tempat dan tidak perlu ke loket pembayaran tagihan.
Awalnya, pelaku meminta uang sebesar Rp 40 juta. Jika korban tidak mampu, pelaku menurunkan menjadi Rp 15 juta, lalu ke Rp 8 juta.
"Beruntung, warga di kompleks perhubungan itu tidak mau membayar dan menghubungi kami. Warga tersebut juga tidak menunggak. Pelaku hanya menembak-nembak rumah," katanya. (*)