Wah! Dua Orangtua Siswa SMA 1 Makassar Mangkir Sidang Pungli, Jaksa Mau Jemput Paksa

Pasalnya keduanya mangkir dari persidangan kasus dugaan pungutan liar (pungli) penerimaan siswa baru yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi

Wah! Dua Orangtua Siswa SMA 1 Makassar Mangkir Sidang Pungli, Jaksa Mau Jemput Paksa
TRIBUN TIMUR/HASAN BASRI
Orangtua siswa bersaksi. Kepala SMA Negeri 1 Makassar, Abdul Hajar kembali menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar, sebagai tersangka dalam kasus dugaan pungli penerimaan siswa baru, Selasa (1/08/2017). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Dua orangtua siswa SMA Negeri 1 Makassar terancam dijemput paksa.

Pasalnya keduanya mangkir dari persidangan kasus dugaan pungutan liar (pungli) penerimaan siswa baru yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar, Rabu (6/9/2017).

Baca: Wah! Lagi, KPK Tangkap Tangan Hakim dan Panitera. Kasus Suap Rp 590 Juta?

Kedua orangtua siswa yang belum diketahui identitasnya tidak memenuhi panggilan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk bersaksi atas terdakwa Kepala SMAN 1 Makassar, Abd Hajar tanpa alasan yang jelas.

Baca: Yuk, Tonton Live Streaming Perspin vs Sidrap United di FB Tribun Timur Online Makassar

Ketidakhadiran kedua orangtua siswa ini terungkap saat persidangan terdakwa yang digelar dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ditunda hingga pekan depan.

"Tidak ada saksi yang mulia, saksi yang dijadwalkan hari ini tidak hadir," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU), Imawati di hadapan majelis hakim.

Menanggapi hal itu, majelis hakim yang dipimpin langsung Rianto Adam Ponto meminta JPU untuk memanggil kembali kedua saksi tersebut.

Sidang kasus dugaan pungli penerimaaan siswa baru di SMA Negeri 5 Makassar berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Senin (24/07/2017) hari ini.
Sidang kasus dugaan pungli penerimaaan siswa baru di SMA Negeri 5 Makassar berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Senin (24/07/2017) hari ini. (TRIBUN TIMUR/HASAN BASRI)

"Kalau tidak hadir lagi, kami akan mengambil sikap melakukan upaya jemput paksa," kata Rianto Adam Ponto dengan tegas di hadapan JPU dan terdakwa.

Kedua orangtua siswa ini merupakan saksi terakhir yang dihadirkan JPU. Setelah itu akan dilanjutkan dengan agenda mendengarkan pembacaan tuntutan.

Pungutan Rp 500 Juta

Praktik pungli yang disangkakan kepada Abdul Hajar diduga meminta pembayaran terhadap ratusan siswa baru yang tak lulus melalui ujian secara online. Siswa yang tidak lulus lalu diiming-imingi lulus tanpa melalui tes dengan kesepakan melakukan pembayaran.

Setiap siswa diminta uang antara Rp 5 juta sampai Rp 15 juta. Total secara keseluruhan yang dipungut mencapai Rp 500 juta.Uang itu diminta dengan alasan pembelian bangku kelas untuk penambahan kelas baru.

Sementara Pelaksana Tugas Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Makassar, Haedar mengaku kembali akan melayangkan kedua orangtua siswa itu.

"Kita agendakan panggil sekali lagi, karena baru satu kali kita layangkan pemanggilan tapi tidak hadir. Semoga orang tua bersangkutan bisa bekerja sama dalam upaya kejaksaan mengungkap kasus ini," tuturnya.

Penulis: Hasan Basri
Editor: Mansur AM
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved