Target Opersional Makassar New Port Nyebrang ke 2019

“Kami optimistis pembangunan fisik akan kelar sesuai target yang ditetapkan, sehingga 2019 nanti mega proyek ini sudah beroperasi,” tegasnya.

Target Opersional Makassar New Port Nyebrang ke 2019
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Kawasan pembangunan Makassar New Port (MNP) yang terekam dari udara di Jl Sultan Abdullah Raya, Kaluku Bodoa, Tallo, Makassar, Minggu (20/8/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) optimistis pembangunan mega proyek yang juga menjadi salah satu proyek strategis nasional, Makassar New Port (MNP) akan rampung pada akhir 2018, sehingga 2019 sudah bisa difungsikan.

Direktur Utama PT Pelindo IV, Doso Agung mengatakan saat ini secara total, progress pembangunan MNP telah mencapai 36,45 perse .

“Itu data realisasi pembangunan fisik MNP per 3 September 2017. Dari target 35,81 persen, tercapai progress pembangunan 36,45 persen yang berarti terjadi deviasi +0,64 perseb,” jelas Doso Agung dalam rilisnya, Kamis (7/9/2017).

Menurutnya, hingga kini pembangunan MNP masih terus berjalan. Itu berarti, setiap saat progress pembangunan fisiknya juga terus meningkat.

“Kami optimistis pembangunan fisik akan kelar sesuai target yang ditetapkan, sehingga 2019 nanti mega proyek ini sudah beroperasi,” tegasnya.

Kepala Satuan Pengelola Proyek MNP, Arwin menyebutkan saat ini untuk pembangunan MNP Tahap I Paket A, pihaknya sedang mengerjakan produksi besi secant pile dan melakukan reklamasi atau penggantian tanah lunak (soil replace).

“Untuk Paket B, kegiatan yang tengah dikerjakan adalah beton penahan tanah, reklamasi atau penggantian tanah lunak (soil replace) dan produksi armour,” kata Arwin.

Sementara itu di Paket C, kegiatan yang sedang berlangsung adalah produksi armour, pengiriman material dan pemasangan core breakwater.

Arwin menyebutkan, secara keseluruhan pembangunan salah satu proyek strategis nasional untuk Tahap I ini menelan total investasi sebesar Rp1,8 triliun.

Pembangunan MNP Tahap I sengaja dilakukan secara paket [A, B dan C], agar proses pengerjaan dapat dilakukan serentak, sehingga penyelesaiannya bisa sesuai target yang telah direncanakan.

Adapun, pengerjaan proyek MNP Paket A terdiri dari pembangunan akses jalan, dermaga dan lapangan penumpukan petikemas yang akan memiliki kapasitas terpasang mencapai 1,5 juta TEUs untuk Tahap I. “Di MNP Tahap II nanti direncanakan memiliki kapasitas terpasang hingga 2 juta TEUs,” ujar Arwin.

Sementara kegiatan untuk Paket B meliputi reklamasi seluas kurang lebih 13 hektare, causeway kurang lebih 1.276 meter, lapangan peti kemas sekitar lebih 16 hektare dan pengerukan kolam pelabuhan minimal draft -16,0 mLWS. Sedangkan kegiatan untuk Paket C berupa pembangunan breakwater sepanjang 1.310 meter.

Diproyeksi, pengerjaan Paket A menyerap anggaran sebesar Rp326 miliar, Paket B Rp1,06 triliun dan untuk Paket C mencapai Rp228 miliar. (*)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved