TribunTimur/

Miris, Sulbar Tempati Urutan Kedua Penderita Gizi Buruk Kronis Tertinggi di Indonesia

Saat ini provinsi Sulbar merupakan daerah yang menduduki posisi kedua penderita Stunting tersebesar di Indonesia.

Miris, Sulbar Tempati Urutan Kedua Penderita Gizi Buruk Kronis Tertinggi di Indonesia
nurhadi/tribunsulbar.com
Asisten Deputi Ketahanan Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak dan Kesehatan Lingkungan RI, Meida Octarina, saat berkunjung ke Kantor Gubernur Sulbar, Kamis (7/9/2017). 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Kasus gizi buruk kronis atau dikenal dengan Stunting, di Provinsi Sulbar, dinilai perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah.

Hal tersebut dikemukakan Asisten Deputi Ketahanan Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak dan Kesehatan Lingkungan RI, Meida Octarina, saat berkunjung ke Kantor Gubernur Sulbar, Kamis (7/9/2017).

Ia mengungkapkan, saat ini provinsi Sulbar merupakan daerah yang menduduki posisi kedua penderita Stunting tersebesar di Indonesia.

Meida Octarina menyampaikan, kehadirannya di Sulbar bersama rombongan untuk menemui Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar (ABM) karena ingin menyampaikan hal tersebut.

Baca: Cari Tersangka Korupsi, Kejati Cecar 25 Pejabat Pemprov Sulbar Dicecar Selama Selama 8 Jam

"Di Sulbar, Kabupaten Polman itu merupakan daerah integrasi stunting paling memprihatinkan. Sehingga dari pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Sulbar ini, kita berharap dapat menggerakkan para OPD dalam menangani permasalahan itu," katanya dalam rilis yang dikirim kepada TribunSulbar.com.

Ia menyebutkan, masuknya Polman sebagai daerah integrasi stunting, dikarenakan kawasan tersebut masuk kategori daerah miskin di provinsi ke-33 di Indonesia.

"Polman masuk pada posisi kedua tertinggi se- nasional, di mana standar stunting pemerintah pusat mencapai 3,72 persen, sedangkan Polman sendiri mencapai 33 persen," ujar Meida 

"Jumlah stunting di Indonesia itu mencapai sembilan juta jiwa dan 30 persennya dicapai oleh Sulbar," jelasnya menambahkan.

Baca: Minat Jadi Sopir, Bosowa Taksi Akan Hadir di Mamuju Sulbar

Gubernur Sulbar ABM mengatakan, program-program kerja Asisten Deputi Gizi, Kesehatan Ibu Dan Anak Dan Kesling Republik Indonesia (RI) merupakan program yang sangat bagus.

Program itu harus didorong secara prioritas di Sulbar, demi menciptakan Indeks Pembangunan Manusia yang produktif.

“Untuk mengintegrasikan dengam program Marasa, Insya Allah saya akan menggerakkan dengan maksimal semua OPD lingkup Pemprov Sulbar, untuk mengatasi persoalan ini," tutur Ali Baal.(*)

Penulis: Nurhadi
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help