TribunTimur/

Cari Tersangka Korupsi, Kejati Cecar 25 Pejabat Pemprov Sulbar Dicecar Selama Selama 8 Jam

Pemeriksaan ini guna mencari tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyimpangan anggaran aspirasi DPRD Sulbar tahun anggaran 2016.

Cari Tersangka Korupsi, Kejati Cecar 25 Pejabat Pemprov Sulbar Dicecar Selama Selama 8 Jam
TRIBUN TIMUR/ MUH ABDIWAN
Kasipenkum Kejati Sulselbar, Salahuddin 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --Sebanyak 25 pejabat pemerintahan provinsi Sulbar menjalani pemeriksaan di Kantor Kejaksaan Tinggi Sulselbar, Kamis (7/9/2017).

Pemeriksaan ini guna mencari tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyimpangan anggaran aspirasi DPRD Sulbar tahun anggaran 2016.

"Benar tim penyidik kembali memanggil dan memintai keterangan terhadap 25 pejabat di Sulbar. Pemeriksaan mereka dalam kapasitasnya sebagai saksi," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulselbar, Salahuddin.

Puluhan pejabat yang digali keterangannya hampir delapan jam dari pukul 09.30 Wita hingga pukul 17.00 Witasore. Mereka diperiksa secara maraton dan tertutup di lantai V Bidang Tindak Pidana Khusus.

Adapun yang diperiksa masing masing Kepala Biro Pemerintahan, Kepala Biro Hukum, Kepala Biro Humas, Kepala Biro Ekonomi, Kepala Biro Ortala, Kepala Biro Keuangan, Kepala Biro Pemberdayaan Perempuan.

Kepala Bappeda, Kepala BKD, Kepala Kesbangpol, Kepala Badan Ketahanan Pangan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana, Kepala Dinas Pendidikan. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Kemudian Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Kepala Dinas Kehutanan, Kepala Dinas Perkebunan, Kepala Dinas ESDM, Kepala Dinas Pendapatan Daerah.

Serta Kepala Badan Korlu, Kepala Satpol PP, Kepala Perwakilan Sulbar serta Direktur RSUD Sulbar. "Sebenarnya hari ini ada 35 kita agendakan untuk menjalani pemeriksaan. Tapi baru 25 yang hadir," sebut Salahuddin.

Sementara 10 orang saksi lain bakal dilayangkan pemanggilan ulang untuk proses pemeriksaan demi kepentingan penyidikan.(*)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help