TribunTimur/
Home »

Luwu

Prihatin dengan Etnis Rohingya, Siswa dan Guru SMAN 1 Luwu Lakukan Ini

Kepala SMAN I Luwu, Nurdin Muin, mengatakan doa bersama dan salat gaib yang dilakukan sebagai bentuk kepedulian

Prihatin dengan Etnis Rohingya, Siswa dan Guru SMAN 1 Luwu Lakukan Ini
desy/tribunluwu.com
Ratusan siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Luwu, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, menggelar doa bersama dan salat gaib untuk etnis Rohingya yang menjadi korban pembantaian militer Myanmar. 

TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Ratusan siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Luwu, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, menggelar doa bersama dan salat gaib untuk etnis Rohingya yang menjadi korban pembantaian militer Myanmar.

Mereka berkumpul di musala SMAN 1 Luwu, di Jl Topoka, Kelurahan Senga, Kecamatan Belopa, Luwu, Kamis (6/9/2017).

Kepala SMAN I Luwu, Nurdin Muin, mengatakan doa bersama dan salat gaib yang dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga etnis Rohingya yang menjadi korban kekerasan militer Myanmar.

Dalam doanya, siswa berharap agar warga Rohingya, bisa mendapatkan perlakuan yang manusiawi tanpa tindakan kekerasan.

"Tidak melihat apa agamanya, sukunya, kita melihat dari sisi kemanusiaannya. Doakan agar saudara-saudara kita etnis Rohingya, bisa merdeka seperti kita," kata Nurdin Muin.

Mereka berharap tragedi kemaanusiaan yang terjadi di Myanmar harus segera berakhir.

Meski belum bisa memberikan bantuan dalam bentuk materil, namun siswa dan guru SMAN 1 Luwu, terus mendoakan agar konflik di Myanmar bisa teratasi dengan baik.

"Yang ikut mendoakan bukan hanya siswa yang beragama muslim, siswa non muslim juga ikut mendoakan," ucapnya.

Penulis: Desy Arsyad
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help