TribunTimur/

Kanker Stadium 4, Badan Ada Belatung, Wanita Mandar Ini Tak Putus Asa Demi Putrinya

Usianya masih produktif, 34 tahun. Semangat hidupnya tak pernah surut kendati pun menderita kanker stadium empat. Nurlina tetap berusaha melakukan pen

Kanker Stadium 4, Badan Ada Belatung, Wanita Mandar Ini Tak Putus Asa Demi Putrinya
KOMPAS.com/JUNAEDI
Badan Nurlina (34 tahun) seorang penderita kanker payudara stadium akhir tak hanya digerogoti kanker namun juga kini dikerubuti belatung hidup. Untuk mengurangi rasa sakit di badannya terutama saat belatung bereaksi, petugas mencabuti belatung dari tubuhnya setiap hari. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Usianya masih produktif, 34 tahun. Semangat hidupnya tak pernah surut kendati pun menderita kanker stadium empat. Nurlina tetap berusaha melakukan pengobatan. 

Baca: Pendaftaran CPNS 2017 - Mau Kerja di Istana Negara? Tanggal 11 September Mulai Daftar

Penyakit kanker payudara stadium 4 atau stadium akhir terus menjalar di sekitar badan Nurlina (34). Badan Nurlina tampak hancur digerogoti kanker, bahkan terdapatbelatung dalam tubuhnya.

Baca: Pendaftaran CPNS 2017 – Dibuka Lowongan 17.928 CPNS, Download Persyaratan Di Sini

Sudah hampir sepekan, badan Nurlina dipenuhi belatung. Petugas kesehatan setiap hari mencabut belatung demi belatung yang terus beranak pinak di tubuhnya.

Saat Kompas.com menemui di RSUD Polewali Mandar,  Selasa (5/9/2017),  Nurlina tampak meringis menahan rasa sakit saat belatung di badannya dicabuti petugas menggunakan pinset.  Darah segar terus keluar dari di badannya. Agar tidak tidak merembes ke sekujur tubuh dan lantai bangsal rumah sakit, petugas terpaksa memberi kain kasa di permukaan luka kanker di badan Nurlina.

Nurlina pasien kanker asal Desa Pasiang, Kecamatan Matakali, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, hanya bisa berbaring di tempat tidur tanpa menjalani operasi pengangkatan kanker yang mengerogoti tubuhnya.
Nurlina pasien kanker asal Desa Pasiang, Kecamatan Matakali, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, hanya bisa berbaring di tempat tidur tanpa menjalani operasi pengangkatan kanker yang mengerogoti tubuhnya. (KOMPAS.Com)

Nurlina mengaku stres karena kerap dirujuk dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya. Namun dia tak kunjung mendapatkan tindakan medis untuk menghentikan penyebaran kanker ditubuhnya.

“Saya sudah hampir lebih dari dua bulan di Rumah Sakit Wahidin. Janji dua minggu akan menjalani kemoterpi ternyata tidak. Dokter dan petugas rumah sakit juga tak memberi penjelasan apa alasan saya tidak dikemoterapi,” tutur Nurlina.

Sementara sel kanker yang menyerang tubuhnya sejak lebih dari dua tahun terakhir sejak penyakit ganas tersebut terus melebar dan menghancurkan sel-sel daging dalam tubuhnya.

Seperti sebelum dirujuk ke rumah sakit, petugas kesehatan hanya memberikan cairan infus dan obat untuk mencegah rasa sakit di badannya, terutama saat kanker dan belatung sedang beraksi di badannya.

Halaman
123
Editor: Mansur AM
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help