Banyak Jamaah Haji Indonesia Tersesat, Iqbal Parewangi Usul Chip e-Hajj

Sederhananya, kata Iqbal, setiap jamaah haji Indonesia ditempeli chip, sehingga setiap saat dapat terpantau posisinya oleh petugas haji kita.

Banyak Jamaah Haji Indonesia Tersesat, Iqbal Parewangi Usul Chip e-Hajj
dok.tribun
Senator RI asal Sulawesi Selatan AM Iqbal Parewangi dan Petugas Haji dari TNI Serka Alfan Arbudi mengapit seorang jamaah haji Indonesia berusia lanjut yang tersesat usai melontar jumrah di Mina, Mekah, Senin (4/9/2017). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Mencari orang Sulsel yang tersesat di Tanah Suci sudah menjadi pekerjaan rutin petugas umrah dan haji.

Bangunan bertingkat, kerumunan jutaan orang, jalanan yang hampir sama, bahkan ratusan pintu masjid yang nyaris serupa menjadi penyebab banyak orang Indonesia, termasuk Sulsel, tersesat.
Belum lagi jamaah tersesat dan atau tercecer dari rombongan.

Mencari orang tersesat di Tanah Suci sudah menjadi ritual petugas haji dan umrah. Rupanya ritual ini juga dialami Senator RI asal Sulsel, AM Iqbal Parewangi.

Iqbal bersama delapan anggota DPR RI lainnya sedang mengemban amanah konstitusional berupa Pengawasan Haji 2017.

Baru tiba di Mina seusai wukuf di Arafah, misalnya, para Senator dari 9 provinsi itu sudah sudah disambut kejadian jamaah haji tersesat. Kebetulan dua orang diantaranya jamaah haji Papua embarkasi Makassar, tapi keduanya orang Bugis yang sudah lama bermukim di Papua.

Masalah mereka cukup mudah ditangani karena atribut pengenalnya yang dari PPIH berupa gelang identitas dan lainnya lengkap.

"Rata-rata mereka sudah berusia lanjut. Mudah lelah. Tapi semangat ibadah mereka masya Allah. Bikin cemburu, sekaligus menyulut ghirah. Saya sempat dengar mereka bilang 'makko memessa nak, de namaga, engka Puang Allah Ta'ala.' Subhanallah," kata Senator asal Sulsel AM Iqbal Parewangi melalui WhatsApp, Selasa (5/9/2017) malam.

Namun ada salah seorang di antara jamaah tersesat hari itu yang terhambat pengembaliannya ke maktab. Pasalnya, selain karena jamaah berusia lanjut dari Lombok-NTB itu tidak tahu berbahasa Indonesia, juga karena seluruh atributnya dari PPIH tidak ada. Baik gelang identitas dan id card yang dari PPIH, bahkan juga KTP miliknya sudah tidak ada. Tanpa identitas sama sekali.

Para Senator yang melakukan pengawasan penyelenggaraan haji menyaksikan sejumlah Petugas Haji sempat bingung menghadapi kejadian itu.

"Siapa tidak bingung? Ada 221 ribu jamaah haji Indonesia, tersebar di 11 sektor di 155 hotel. Kalau ada identitasnya, mudah. Tapi beliau tanpa identitas, tidak bisa bahasa Indonesia lagi. Di situ saya lihat SOP petugas haji kita cukup mendukung. Cukup cekatan mereka menanganai masalah itu," kata Iqbal tanpa menyembunyikan pujiannya terhadap kinerja Petugas Haji Indonesia.

Banyaknya kejadian jamaah haji Indonesia di Tanah Suci yang tersesat atau tercecer dari kelompoknya, dan besarnya kemungkinan kejadian itu akan terus terulang, membuat tim Pengawasan Haji dari DPD RI akan mengajukan beberapa solusi komprehensif untuk itu.

"Usia lanjut, cepat capek, haus, belum lagi stres tersesat di padang bersuhu panas. Kejadian itu banyak, potensi berulangnya besar. Salah satu solusi yang kami usulkan adalah penerapan sistem chip e-hajj. Sederhananya, setiap jamaah haji Indonesia ditempeli chip, sehingga setiap saat dapat terpantau posisinya oleh petugas haji kita. In sya allah kami akan bahas dalam raker Komite III DPD RI bersama Menteri Agama," jelas Iqbal.(*)

Penulis: AS Kambie
Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help