TribunTimur/

Ali Fauzi Jadi Pembicara Pencegahan Teroris di Universitas Tomakaka Mamuju Sulbar

Ali Fauzi kini bergabung dalam organisasi pencegahan teroris melalui Yayasan Lingkar Perdamaian dan beberapa lembaga lainnya.

Ali Fauzi Jadi Pembicara Pencegahan Teroris di Universitas Tomakaka Mamuju Sulbar
nurhadi/tribunsulbar.com
Instruktur perakit bom atau mantan teroris, Ali Fauzi, menjadi pembicara dalam dialog pelibatan lembaga dakwah dan birokrasi kampus dalam pencegahan terorisme di Mamuju, Sulbar, Rabu (6/9/2017). 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Instruktur perakit bom atau mantan teroris, Ali Fauzi, menjadi pembicara dalam dialog pelibatan lembaga dakwah dan birokrasi kampus dalam pencegahan terorisme di Mamuju, Sulbar, Rabu (6/9/2017).

Dialog tersebut dilaksanakan oleh Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulbar di Universitas Tomakaka Mamuju, Jl Ir Juanda, Kelurahan Mamunyu, Kecamatan Mamuju.

Kegiatan itu dihadiri mahasiswa dari seluruh kampus yang ada di Kabupaten Mamuju, Sulbar.

Ali Fauzi menceritakan tentang perjalanan hidupnya bergabung dalam jaringan terorisme di dunia sejak tahun 1991 bersama beberapa saudaranya, hingga ia sadar dan kembali hidup normal tahun 2007.

Baca: 3 Pejabat Eselon II Pemprov Sulbar Dilantik Gubernur, Ini Pesannya

Ali Fauzi kini bergabung dalam organisasi pencegahan teroris melalui Yayasan Lingkar Perdamaian dan beberapa lembaga lainnya.

Dalam kesempatan itu, adik Amrosi yang merupakan aktor utama peledak bom Bali itu mengatakan, pencegahan terorisme sangat efektif dilakukan oleh pemerintah Republik Indonesia.

"Pencegahan teroris ini sangatlah efektif dan penting dilakukan pemerintah, dalam hal ini BNPT, dan tidak melihat kepada objek, tapi semua masyarakat Indonesia harus diberikan wawasan tentang pencegahan terorisme," kata Ali Fauzi kepada TribunSulbar.com, Rabu (6/9/2017).

Apalagi, lanjut Ali, mahasiswa yang memiliki wawasan atau basis intelektual, punya pemikiran yang bagus, lebih penting untuk diberi pemaparan bahaya terorisme.

Baca: Delegasi Sulbar Lolos ke Babak Final Lomba Debat PCTA 2017 di Jakarta

"Saya pikir mahasiswa ini harus menjadi garda terdepan dalam penanggulangan pemikiran-pemikiran ekstrimisme, untuk membantu pemerintah dalam menangani teroris di Indonesia," ujarnya menambahkan.

Selain Ali Fauzi, tiga narasumber juga hadir membawakan materi dalam dialog tersebut, antara lain dosen Universitas Indonesia (UI) Dr Muh Syaikulla, Rektor Universitas Tomakaka Mamuju Muh Syahrir dan Suaib Amin Prawono.(*)

Penulis: Nurhadi
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help