TribunTimur/
Home »

Wajo

Ini Objek Wisata Kolam Renang Syariah Pertama di Wajo, Lokasinya di Tengah Sawah

Lokasi wisata ini berjarak sekitar 30 km dari Kota Sengkang, ibu kota Kabupaten Wajo, dengan waktu tempuh sekitar 45 menit.

Ini Objek Wisata Kolam Renang Syariah Pertama di Wajo, Lokasinya di Tengah Sawah
st hamdana/tribunwajo.com
Objek wisata permandian kolam renang syariah dibangun di tengah persawahan Desa Lempong, Kecamatan Bola, Kabupaten Wajo. 

TRIBUNWAJO.COM, TEMPE - Objek wisata permandian kolam renang syariah dibangun di tengah persawahan Desa Lempong, Kecamatan Bola, Kabupaten Wajo.

Pendiri kawasan wisata yang juga founder Nurmilad Boarding School (NBS) Wajo, Prof Andi Wahyuddin Latunreng, mengatakan kolam renang tersebut dinamakan syariah karena tidak diperkenankan bercampur antara pria dan wanita.

"Ini baru satu kolam renang yang jadi, ini untuk wanita. Masih ada dua lagi untuk pria dan anak-anak yang akan dibangun, juga akan dilengkapi dengan villa sebagai penginapan," terang Prof Wahyuddin kepada TribunWajo.com, Selasa (5/9/2017).

Wisata kolam renang yang juga diberi nama Telaga Biru tersebut akan dipadukan dengan wisata pertanian dan wisata hewan ternak atau agrowisata.

"Kita konsepnya perpaduan antara wisata air dan agrowisata. Jadi bisa berenang, nanti ada kebun kurma, bisa juga melihat penangkaran rusa atau sapi. Tempat ini kita beri nama Kawasan Wisata NBS Syariah," ujar Prof Wahyuddin.

Lokasi wisata ini berjarak sekitar 30 km dari Kota Sengkang, ibu kota Kabupaten Wajo, dengan waktu tempuh sekitar 45 menit.

Untuk menjangkaunya harus menggunakan kendaraan pribadi karena belum tersedia angkutan umum menuju kawasan tersebut.

Selain menyuguhkan wisata air, juga menyuguhkan pemandangan alam yang indah karena dikelilingi pegunungan dan persawahan.

Prof Wahyuddin menargetkan, pembangunan kawasan wisata seluas 15 hektare tersebut akan rampung 2019.

Dia menambahkan, biaya retribusi ditarget hanya Rp 10 ribu perorang.

Berbagai fasilitas sudah tersedia, seperti mushallah dan toilet umum.

Kepala Dinas Pariwisata Andi Darmawangsa menambahkan, pemerintah juga menghibahkan Rp 500 juta untuk pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut.

"500 juta hanya untuk pembangunan jalan agar mudah mengakses kawasan ini, sebagian dana juga untuk pengadaan listrik," terang Darmawangsa.

Penulis: St Hamdana Rahman
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help