TribunTimur/

Headline News Hari Ini

Cabut Nobel Aung San Suu Kyi

sejak konflik pecah dan penyerangan desa Muslim Rohingnya, ada sekitar 58 ribu pengungsi.

Cabut Nobel Aung San Suu Kyi
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Ratusan pengungsi dari suku Rohingya, Myanmar yang berdiam di Makassar berunjuk rasa di depan kantor International Organization for Migration (IOM) dan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) gedung Menara Bosowa, Makassar, Rabu (26/7/2017). 

TRIBUN-TIMUR.COM-Sekitar 400-an orang (mayoritas warga Rohingnya dan militer), termasuk anak-anak dan wanita, dilaporkan tewas dalam konflik sektarian di Rohingnya, antara militer Myanmar dengan kelompok milisi pejuang Rakhine.

UNHCR, lembaga penanganan pengungsi PBB, Sabtu (2/9/2017) melansir, sejak konflik pecah dan penyerangan desa Muslim Rohingnya, ada sekitar 58 ribu pengungsi.

Reuters melaporkan, Juru bicara Militer Myanmar menyebutkan, bentrokan dan tindak kekerasan tentara yang telah terjadi telah menewaskan sekitar 370 gerilyawan Rohingnya, namun juga 13 aparat keamanan, dua pejabat pemerintah dan 14 warga sipil, kata Militer Myanmar, Kamis (31/8/2017) lalu.

Pemicu bentrok diklaim karena serangan 'ekstrimis Islam' ke Pos Polisi Myanmar.

Sebagai perbandingan, kekerasan komunal pada tahun 2012 di Sittwe, Ibu Kota Rakhine, menyebabkan pembunuhan hampir 200 orang dan pemindahan sekitar 140 ribu, kebanyakan dari mereka Rohingnya.

Rangkaian protes dunia internasional atas sikap pemerintahan Myanmar di bawah pimpinan Aung San Suu Kyi terus menuai kritik.

Baca berita selengkapnya di edisi cetak Tribun Timur, Minggu (3/9/2017)

Editor: Anita Kusuma Wardana
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help