Iduladha 1438 H

Waduh! Usai Salat Ied, Sampah Berserakan di Lapangan Pallantikang Maros

Koran berserakan hampir setiap tahun terjadi. Kesadaran warga Maros tentang kebersihan dinilai masih kurang.

Waduh! Usai Salat Ied, Sampah Berserakan di Lapangan Pallantikang Maros
TRIBUN TIMUR/ANSAR
asca perayaan Iduladha 1438 Hijriah yang dipusatkan di lapangan Pallantikang Pemkab Maros, sampah koran bekas berserakan di sekitar lokasi salat, Jumat (1/9/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Pasca perayaan Iduladha 1438 Hijriah yang dipusatkan di lapangan Pallantikang Pemkab Maros, sampah koran bekas berserakan di sekitar lokasi salat, Jumat (1/9/2017).

Korban bebas berserakan di lapangan Pallantikang dan jalan Asoka. Korban tersebut digunakan jamaah sebagai pengalas sajadah saat salat.

Sejumlah jamaah membawa sendiri koran dari rumahnya dan ada juga yang baru membeli koran saat berada di lapangan.

Setelah salat, jamaah meninggalkan korannya. Hal ini membuat adanya koran berserakan. Sejumlah koran berterbangan di ruas jalan Asoka dan Pallantikang karena tertiup angin.

"Behh, banyaknya koran di lapangan dan di jalan. Jamaah tidak membawa atau membuang korannya ke tempat sampah," kata seorang jamaah Indra.

Melihat tumpukan koran tersebut, Indra memungut dan mengumpulkannya di suatu tempat. Pasalnya, belum ada petugas kebersihan yang membersihkan.

Koran berserakan hampir setiap tahun terjadi. Kesadaran warga Maros tentang kebersihan dinilai masih kurang. Hal ini dibuktikan dengan berserakannya koran.

"Itulah Maros, banyak yang hanya membuat sampah tapi tidak mau membersihkannya. Makanya lapangan seperti lautan koran," katanya.

Indra menilai, banyaknya koran yang berserakan karena kurangnya pengawasan dari Pemkab Maros. Seharusnya warga dilarang membawa koran ke lapangan.

"Coba suruh bawa tikar, jangan koran. Pasti kalau tikar, warga membawanya pulang. Tapi karena koran, makanya dibiarkan saja tunggal di lapangan," ujarnya.

Petugas kebesihan akan kewalahan untuk membersihkan lapangan Pallantikang dan jalan Asoka dari tumpukan sampah.

"Yang kasihan ini adalah petugas kebersihan. Mereka harus membersihkan satu lapangan bersama satu jalan. Pasti butuh waktu lama untuk membersihkannya," katanya.

Penulis: Ansar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help