Delapan Jam Menunggu, Asisten 1 Pemkot Pulang Tanpa Sidang

Selain Sabri dalam persidangan juga didudukkan dua terdakwa lainya Rusdin dan Jayanti. Keduanya merupakan warga yang mengklai sebagai pemilik lahan.

Delapan Jam Menunggu, Asisten 1 Pemkot Pulang Tanpa Sidang
SANOVRA JR
Terdakwa Asisten I Bidang Pemerintahan Pemerintah Kota Makassar, M Sabri menghadiri persidangan lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar, Rabu (9/8/2017). 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Sidang kasus dugaan korupsi sewa lahan negara di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo yang mendudukan Asisten 1 Bidang Pemerintahan Kota Makassar, M Sabri, Rabu (30/08/2017) ditunda.

Sabri terpaksa meninggalkan ruangan sidang karena persidangan yang sedianya digelar dengan agenda mendengarkan keterangan saksi batal digelar karena hakim yang menyidangkan perkara tidak hadir.

Hakim yang menyidangkan perkara tersebut yakni Bonar Harianja, Abdul Razak dan Cenning Budiana."Sidangnya ditunda karena majelisnya tidak lengkap. Dua orang hakim sedang sidang di perkara lain," kata kuasa hukum terdakwa, Zamzam.

Padahal rencana persidangan ini, terdakwa Sabri, Rusdi dan Jayanti sudah rela menunggu delapan jam lebih, mulai dari siang hingga malam hari. Sabri hadir di Pengadilan sekitar pukul 10.30 Wita, dan baru meninggalkan ruang persidangan hingga pukul 19.00 Wita.

Sabri dan dua terdakwa lainya, Rusdin dan Jayanti hari ini dijadwalkan menjalani persidangan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. Berdasarkan informasi di peroleh Tribun saksi yang dihadirkan merupakan dari PT PP Makassar New Port.

Sebelumnya, pejabat Pemkot Makassar ini didakwa melanggar pasal 2 ayat 1 subsidaer pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Tersangka Sabri disebut melakukan tindakan dengan seolah-olah yang mengatas namakan pemerintah kota tanpa sepengetahuan Walikota Makassar dalam kapasitasnya sebagai Asiten 1 Bidang Pemerintahan Pemkot Makassar.

Di materi dakwaan juga disebut sejumlah nama atas perkara dugaaan korupsi proyek sewa lahan itu. Nama-nama tersebut diantaranya owner PT Jujur Jaya Sakti, Soedirjo Aliman alias Jeng Tang Bin Liem Eng Tek, dan laywer senior berinisial UM.

Selain Sabri dalam persidangan juga didudukkan dua terdakwa lainya Rusdin dan Jayanti. Keduanya merupakan warga yang mengklai sebagai pemilik lahan.

Rusdin dan Jayanti ditetapkan sebagai terdakwa karena diduga menyewakan lahan negara kepada PT PP (pengelola proyek Makassar New Port ) senilai Rp 500 Juta/tahun. Keduanya mengklain, lahan itu adalah milik mereka.

Tidak hanya Rusdin dan Jayanti, Kejati juga menetapkan Asisten 1 Pemkot Muh Sabri. Ia diduga ikut menfasilitasi kedua belapihak yang seolah olah mengatasnamakan Pemkot.

Awal mulanya tejadi persewaan lahan karena tidak ada akses jalan menuju proyek MNP yang diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Rencana awalnya untuk jalur masuk ke proyek MNP sudah ditentukan, tetapi karena banyak lahan yang harus dibebaskan dan jauh, sehingga lahan di Kelurahan Buloa Kecamatan Tallo menjadi alternatif.

Tanah yang sedang disewakan dengan satuan panjang 500 meter dan luas 60 meter persegi. Tanah itu diikuasai oleh Rusdin cs yang tanahnya merupakan tanah garapan selama 20 tahun.(*)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved