TribunTimur/

Pulang Liburan, Anda Justru Tambah Stres? Mungkin Ini Masalahnya

Efek tidak nyaman setelah liburan itu terkadang membuat orang jadi malas mengambil cuti dan berlibur.

Pulang Liburan, Anda Justru Tambah Stres? Mungkin Ini Masalahnya
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Rombongan TFC pemenang liburan gratis Tribun Timur di puncak To'tombi, Kecamtan Kapalapitu, Kabupaten Toraja Utara, Minggu (2/4/2017) pagi. 

TRIBUN-TIMUR.COM-Anda baru saja pulang dari liburan, kulit masih tan karena banyak berjemur di pantai atau pegal di kaki belum hilang karena banyak berjalan menjelajah kota. Tetapi, setelah cuti habis dan kembali bekerja, mengapa perasaan cemas dan stres justru mendominasi?

Perasaan stres pascaliburan atau disebut juga dengan post-vacation blues, adalah hal yang normal dialami setelah kita mengalami kegembiraan liburan.

"Kembali ke dunia nyata, menghadapi pekerjaan yang menumpuk setelah ditinggal liburan, akan menyebabkan sensasi kecemasan, bahkan kesedihan yang bisa mengurangi manfaat liburan yang sudah kita dapatkan," kata Dr.Josh Klapow, psikolog.

Salah satu pemicu stres itu adalah karena kita jarang berlibur sehingga tidak punya strategi untuk kembali menyesuaikan diri dengan rutinitas sepulang melancong.

Efek tidak nyaman setelah liburan itu terkadang membuat orang jadi malas mengambil cuti dan berlibur.

Menurut Klapow, masalahnya bukan pada liburan, tetapi pada cara kita menghadapinya.

"Jika dilakukan dengan benar, berlibur bisa mengurangi stres, meremajakan kembali tubuh dan pikiran, serta mengisi ulang bateri emosional saat kembali bekerja," katanya.

Kuncinya adalah membuat rencana liburan yang santai dan transisi halus sebagai persiapan kembali bekerja. "Semuanya tergantung pada sebelum kita pergi, selama liburan, dan setelah pulang," katanya.

Sebelum mengambil cuti agak panjang untuk berlibur, usahakan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang butuh upaya lebih, misalnya menyelesaikan proposal, merespon email penting, atau menyusun janji pertemuan.

Tak kalah penting adalah memberi tahu atasan, kolega, dan juga klien bahwa Anda akan cuti. Ini penting karena kita hidup di era seseorang bisa dihubungi 24 jam sehari.

Selama liburan

Untuk meraih manfaat optimal liburan, cobalah tidak memikirkan pekerjaan yang membuat stres dengan cara tidak terus-terusan melihat email.

Bila posisi Anda cukup penting di perusahaan, luangkan waktu 30 menit di pagi hari dan 30 menit di sore hari untuk mengecek email atau menelepon balik. Strategi ini membantu kita tetap terhubung dengan pekerjaan tetapi tidak merasa didominasi.

Untuk menciptakan transisi yang lancar, pesanlah tiket pulang beberapa hari sebelum masa cuti berakhir. Dengan begitu Anda punya waktu untuk memulihkan diri, membereskan pakaian kotor, dan juga kembali menyesuaikan diri dengan aktivitas harian.(Kompas.com)

Editor: Anita Kusuma Wardana
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help