Giliran Fik Ornop Sulsel Soroti Perparkiran di Fort Rotterdam

ACC menilai PD Parkir Makassar gagal, untuk menertibkan Juru Parkir (Jukir) liar.

Giliran Fik Ornop Sulsel Soroti Perparkiran di Fort Rotterdam
Sanovra JR/Tribun Timur
Fort Rotterdam yang diabadikan menggunakan kamera drone di pinggir pantai sebelah barat Jl Ujung Pandang Kota Makassar, Minggu (16/7). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Usai Anti Corupption Commiittee (ACC) yang menilai PD Parkir Makassar gagal, untuk menertibkan Juru Parkir (Jukir) liar.

Kini, Forum Informasi Komunikasi dan Orgamisasi Non Pemerintah (FikOrnop) Sulsel, mengaku retribusi parkir hampir diseluruh Makassar, diluar ketentuan.

"Restribusi parkir seperti yang baru-baru ini terjadi dihalaman rotterdam, tentunya diluar ketentuan," kata Koordinator Data FikOrnop, Mukmin, Senin (21/8/2017).

Baca: Public Services: Cari Solusi Perparkiran di Makassar

Minggu (20/8) kemarin, tribun timur dapati Jukir yang meminta pengunjung Fort Rotterdam, untuk membayar parkir Rp 5.000 rupiah dan tanpa ada karcis.

Walau demikian, FikOrnop sebutkan soal tidak adanya karcis retribusi, bukan di Roterdam saja, tapi hampir seluruh Juru parkir tidak diberikan oleh PD Parkir.

Menurut Mukmin, fakta ini kemudian masyarakat pengguna parkir sering kali menuduh danya parkir liar. Padahal itu sesungguhnya memang tidak diberikan.

"Memang tidak diberikan karcis retribusi parkir oleh pihak dari Parkir makassar, entah ini modus apa sampai tidak ada untuk karcis parkirnya," ujar Mukmin.

Tambah Mukmin, pastinya para juru parkir yang tidak menggunakan karcis retribusi, selalu dan tetap menyetor jasa parkir tiap harinya ke PD Parkir. (*)

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved