TribunTimur/
Home »

Opini

Opini

OPINI: Politik Gagasan Wakil Ketua DPRD Sulsel

Persepsi publik tentang politik Sulsel, baik sumber, aktor maupun permainan, umumnya masih didominasi oleh pertalian garis darah.

OPINI: Politik Gagasan Wakil Ketua DPRD Sulsel
dok tribun-Timur/fb
Moch Hasymi Ibrahim (penulis, budayawan Sulsel) 

Penulis: Moch Hasymi Ibrahim, budayawan tinggal di Jakarta

SEORANG tokoh adalah seorang yang menginspirasi.

Di hadapan publik, dialah yang secara samar-samar maupun terang-terangan dipandang sebagai perumus tujuan, menggaris arah dan langkah, memimpin dan mengendalikan wacana.

Karena itu, seorang tokoh biasanya berada di barisan depan, kadang bersama yang lain, tetapi lebih banyak sendirian.

Ada juga yang menyebut, seorang tokoh adalah mercu suar, bercahaya sampai jauh, sehingga para pelayar dapat memiliki kepastian untuk mengatur haluan.

Sayangnya, dalam politik praktis kita tidak selalu menemukan ketokohan yang permanen. Tokoh-tokoh bisa datang dan pergi, hadir dan absen, bangkit dan tumbang, seiring berjalannya waktu.

Sudah ratusan bahkan ribuan nama pernah mengisi ruang publik, menebar pesona dan memancarkan cahaya, tetapi tidak banyak diantaranya yang dapat bertahan di sana.

Pada titik tertentu, politik praktis dapat dianggap sebagai the killing field bagi bakat-bakat bagus, sekaligus anak tangga emas bagi keberuntungan. Yang pasti, seorang atau seseorang, harus hadir di kancah, masuk ke pusaran dan mengadu nasib di sana untuk mencapai posisi terbaik.

Dengan spekulasi itulah agaknya, Ni’matullah tampil di medan politik Sulsel. Kehadirannya tidak mengejutkan, sebab selepas masa kuliahnya, dia memang tak jauh-jauh amat dari ranah politik praktis. Dia tampak tak dapat memilih karir penuh sebagai akuntan, sesuai dengan disiplinnya.

Sebagai aktivis dan bekas Wakil Ketua Senat Mahasiswa Unhas, hampir dapat ditebak bahwa darah politisi memang mengalir dalam dirinya. Konon bahkan sudah mengental sejak di lingkungan keluarga dan masa-masa sekolah menengah.

Halaman
123
Editor: Thamzil Thahir
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help