Kasus Korupsi di Sulsel Marak, ACC dan TII Gelar Dialog Publik

Dialog publik yang dilaksanakan pada pukul 10.00 Wita oleh ACC dan TII itu, mengangkat tema tentang "Mengusut (Tanpa) Tuntas Kasus Korupsi".

Kasus Korupsi di Sulsel Marak, ACC dan TII Gelar Dialog Publik
Hasan Basri/Tribun Timur
Anti Corruption Commitee (ACC) Sulawesi menggelar jumpa pers terkait kasus korupsi lahan negara di Buloa di Kantor ACC JL AP Pettarani, Selasa (15/08/2017) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi bersama Transparency International Indonesia (TII) menggelar dialog di Cafe Chopper, Jl Kasuari, Rabu (16/8/2017).

Dialog publik yang dilaksanakan pada pukul 10.00 Wita oleh ACC dan TII itu, mengangkat tema tentang "Mengusut (Tanpa) Tuntas Kasus Korupsi".

Staf pekerja ACC, Anggareksa mengaku dari catatan akhir tahun 2016. Ratusan kasus yang ditangani penegak hukum Kejaksaan dan Kepolisian di Sulsel, tidak tuntas.

"Olehnya itu kami (ACC) dan TII gelar diakusi publik karena kasus-kasus yang tidak tuntas dan terkesan setengah hati itu menjadi sorotan publik," katanya.

ACC menilai, penegakan hukum untuk kasus korupsi menjadi sorotan publik, menimbulkan keraguan terhadap para aparat penegak hukum di Sulsel.

Publik semakin bingung dengan‭ kinerja ‭ ‬penegak hukum dalam hal memberantas kasus korupsi, muncul lagi kasus yang baru dan sama nasibnya kasus mandek.

Selain itu, penegak hukum ialah, bagian yang mempunyai andil‭ besar terhadap pembangunan‭ ‬daerah dan dilaksanakan‭ secara serius,‭ ‬tanpa‭ ‬pandang‭ ‬‬bulu.

Sebab‭ korupsi, ‬juga ‬mempersulit akan pembangunan ekonomi dan‭ membuat satu ‬distorsi ketidak‭efesien yang tinggi, ‬serta‭ ‬korupsi ‬juga‭ ‬mengurangi ‬kualitas‭ ‬ ‭ ‬pelayanan pemerintah dan infrastruktur.

"Sulsel masih dikategorikan sebagai daerah‭ rawan korupsi. Berbagai temuan‭ ‬ ‭ ‬kasus korupsi‭ yang diperkuat analisis‭ data yang kuat," jelas Anggareksa.

Pada diskusi ini, ACC menghadirkan narasumber dari pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, Polda Sulsel, akademisi kampus Unibos, Prof. Marwan Mas.

Juga didampingi dari narasumber ACC Sulawesi, Kadir Wokanubun. Juga akan menjadi moderator dari Koordinator Fik Ornop Sulsel, M. Asram Jaya. (*)

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Ardy Muchlis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved