TribunTimur/

PLN Ciptakan Alat Pendeteksi Pencurian Listrik, Ini Nama dan Kemampuannya

T PLN Persero, serius menindak pencurian listrik yang acapkali terjadi.

PLN Ciptakan Alat Pendeteksi Pencurian Listrik, Ini Nama dan Kemampuannya
Munawarah/Tribun Timur
Petugas memperlihatkan alat pendeteksi pencurian listrik, Mister P2TL yang merupakan singkatan dari Mendeteksi Induksi Rendah (Mister) untuk kegiatan Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL). 

Laporan Wartawan Tribun Timur Munawwarah Ahmad

TRIBUN-TIMUR. COM, MAKASSAR- PT PLN Persero, serius menindak pencurian listrik yang acapkali terjadi.

PLN pun menciptakan sebuah alat yang bisa mendeteksi jika dalam sebuah rumah terdapat pencurian listrik.

Atau ada aliran listrik keluar rumah, diluar dari ketentuan PLN.

Benda itu kemudian dinamai Mister P2TL yang merupakan singkatan dari Mendeteksi Induksi Rendah (Mister) untuk kegiatan Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL).

Benda mirip pentungan tersebut diciptakan oleh pegawai PLN di Puslitbang Ketenagalistrikan PLN tahun lalu dan masih dalam tahap perkenalan.

"Jadi ini alat diciptakan untuk mengurangi kasus penyalahgunaan listrik," ujar Humas PLN Sulselrabar saat ditemui di TITECH Expo Kemenristek Dikti di Central Point of Indonesia (CPI), Minggu (13/8/2017).

Benda tersebut diperkenalkan kepada para pengunjung selama expo diantara 24 stand di RITECH Expo 2017 sebagai rangkaian dari Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-22.

Kehadiran alat tersebut kata Rosita bisa mengurangi resiko kecelakaan kerja petugas P2TL karena jika konvensional, petugas harus menelusuri kabel instalasi pelanggan, sementara dengan hadirnya alat tersebut, cukup dinyalakan dan diarahklan ke bagian-bagian dalam rumah.

Selain itu, alat tersebut juga memperpendek waktu pemeriksaan dan pelanggan terperiksa melakukan pelanggaran menjadi lebih banyak.

"Alat ini sangat bagus dan untuk Sulselbar, belum digunakan dan akan segera digunakan untuk menekan angka penyalahgunaan listrik kita," kata Rosita.

Penulis: Munawwarah Ahmad
Editor: Ardy Muchlis
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help