TribunTimur/

Hari ini, Kejari Makassar Umumkan Tersangka Baru Korupsi Pasar Pabaeng-baeng

Menurut Kepala Seksi Intelijen Kejari Makassar, Alham bahwa nama calon tersangka itu baru akan diumumkan penyidik Senin (13/8/2017) hari ini.

Hari ini, Kejari Makassar Umumkan Tersangka Baru Korupsi Pasar Pabaeng-baeng
TRIBUN TIMUR/HASAN BASRI
persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar dalam kasus dugaan pungutan liar (Pungli) pembayaran sewa lods pasar Pabaeng-baeng, Selasa (28/02/2017) sore. 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Kejaksaan Negeri Makassar telah mengantongi nama calon tersangka dalam kasus dugaan korupsi sewa lods dugaan korupsi Pungutan Liar (Pungli) pembayaran sewa lods pasar Pa'baeng-baeng, Makassar.

Hanya saja, penyidik Kejaksaan belum mau membeberkan nama calon tersangka yang diduga kuat terlibat pasca penyelidikan kasus ini.

Menurut Kepala Seksi Intelijen Kejari Makassar, Alham bahwa nama calon tersangka itu baru akan diumumkan penyidik Senin (13/8/2017) hari ini.

"Setelah melalui proses gelar perkara beberapa pekan lalu. Senin ini kami akan umumkan siapa tersangka dalam kasus itu," kata Alham.

Alham mengaku calon tersangka yang dikantongi tersebut berjumlah satu orang. "Yang pasti ada satu orang. Tapi besok kita informasikan ke wartawan," tuturnya.

Sebelumnya, Kejaksaan telah menyeret Kepala pasar Pa'baeng-baeng, Laisa A Mangong . Laisa dalam kasus ini divonis tiga tahun penjara oleh majelis hakim pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar.

Laisa dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi Pungutan Liar (Pungli) pembayaran sewa lods pasar Pa'baeng-baeng Makassar.
Selain pidana penjara, Laisa juga dikenakam denda Rp150 juta dengan subsider 3 bulan kurungan,

Kasus ini berawa dari penangkapan Laisa dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Rabu (27/10/2016) malam bulan lalu.
Penangkapan itu saat tim OTT Polda
mendapatkan laporan dari benerapa pedagang yang mencurigasi adanya penjualan los dengan mark up.

Penyidik menemukan adanya penjualan los tidak sesuai karena pihak pasar mengadakan 30 unit los di pasar Pabaeng-baeng Timur dengan harga jual los Rp 2,250 Juta. Namun dijual oleh tersangka sebesar Rp 20 juta dan Rp 30 Juta.

Selain itu, hasil penyelidikan menguat bahwa dari infrastruktur bangunan Los juga dipakai rangka baja murah yang tentunya tidak sesuai dengan harga jual per unitnya Rp 20 hingga Rp 30 juta. (San)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Ardy Muchlis
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help