TribunTimur/
Home »

Gowa

Tim PETI Gowa Sita Eskavator dari Lokasi Tambang Liar di Bontonompo

Tim terpadu Peti ini terdiri dari unsur Pemda Gowa, Polres, Kodim dan Kejaksaan

Tim PETI Gowa Sita Eskavator dari Lokasi Tambang Liar di Bontonompo
HANDOVER
Tim Terpadu Penertiban Tambang Liar (Peti) mengamankan satu eskavator di lokasi tambang liar di Dusun Data, Desa Manjapai, Kecamatan Bontonompo, kemarin. 

TRIBUN-TIMUR.COM,SUNGGUMINASA- Tim Terpadu Penertiban Tambang Liar (Peti) mengamankan satu eskavator di lokasi tambang liar di Dusun Data, Desa Manjapai, Kecamatan Bontonompo, kemarin.

Penyitaan itu dipimpin Wakil Bupati Gowa Abdul Rauf Mallagani yang juga ketua Tim Terpadu Peti.

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan kepada wartawan mengatakan jika penyitaan dilakukan di lokasi tambang yang tidak memiliki izin alias ilegal.

"Satu eskavator dan lima truk kita amankan saat beroperasi. Truknya juga sedang mengisi material," katanya.

Adnan menuturkan, penangkapan itu sebagai bukti keseriusan seluruh elemen yang tergabung di tim terpadu dalam menertibkan tambang liar.

Apalagi lokasi itu dikategorikan penambangan yang mengakibatkan kerusakan lingkungan.

"Itu kategori pelanggaran berat. Di lokasi penambangan itu benar-benar sangat merugikan lingkungan. Penambangan di lokasi itu mengakibatkan kerusakan lingkungan," jelasnya.

Ia juga memastikan para pelaku yang terlibat di penambangan liar di Dusun Data tersebut akan diproses hingga pengadilan.

"Tidak ada kompromi. Masalah tambang liar ini sudah sangat meresahkan. Selain merusak lingkungan, mereka juga sudah banyak merusak infrastruktur jalan kabupaten," katanya.

Tim terpadu sendiri memang telah mengantongi lokasi-lokasi penambangan liar. Meskipun demikian, ada beberapa lokasi tambang liar yang dikunjungi tidak beraktivitas saat digrebek oleh tim terpadu.

Tim terpadu Peti ini terdiri dari unsur Pemda Gowa, Polres, Kodim dan Kejaksaan.

Sebelumnya, pihak kejaksaan bahkan memastikan siap menggunakan semua pasal yang memang melanggar hukum bagi pelaku tambang liar termasuk penambang yang merusak lingkungan.

Kajari Gowa, Susanto, mengatakan pihak kejaksaan siap memproses pihak aparat pemerintahan setempat jika ikut terlibat.

"Kalau ada aparat pemerintahan saya akan koordinasikan dengan pak bupati kalau katanya sikat saya sikat. Ancaman hukumannya itu sampai 10 tahun," ujarnya.

Penulis: Waode Nurmin
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help