TribunTimur/

Kasus Kredit Fiktif BRI di Pangkep Masuk Tahap Penuntutan

Polres Pangkep juga telah menetapkan enam orang tersangka kasus kredit fiktif di Bank Rakyat Indonesia (BRI) unit Tumampua

Kasus Kredit Fiktif BRI di Pangkep Masuk Tahap Penuntutan
munjiyah/tribunpangkep.com
Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pangkep, Andi Novi 

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKAJENE - Kasus kredit fiktif Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang ditangani Kejari Pangkep masuk tahap penuntutan.

"Iya sudah tahap penuntutan dan pekan ini sudah masuk putusan tanggal 14 Agustus 2017 nanti," ujar Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pangkep, Andi Novi, kepada TribunPangkep.com, Sabtu (12/8/2017).

Andi Novi menambahkan, kasus BRI fiktif menjerat Kepala SD 11 Pasui, Kecamatan Bungoro, bersama teman-temannya yakni Supiana, Dwi Hastuti, Muliati, Nur Aisyah dan Jumsia.

Mereka dijerat dengan beberapa pasal sesuai aturan hukum.

"Si Debitur kepsek Marwah cs itu  3 tahun 6 bulan denda Rp 50 juta, subsider 4 bulan kurungan lalu dia harus membayar uang pengganti Rp 10 juta subsider 6 bulan," ujarnya.

Baca: Lezatnya Sop Kepala Ikan Sunu Khas Warung Makan Sipadecengie Pangkep

Sementara itu, pegawai BRI yang merupakan mantri BRI bernama Abdul Latif juga dihukuman selama 2 tahun 6 bulan.

"Dia didenda Rp 50 juta dengan subsider 4 bulan kurungan. Uang pengganti tidak ada karena dia nikmati Rp 6 juta dan sudah dikembalikan orang BRI," jelas Andi Novi.

Sebelumnya, Marwah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Pangkep karena menggunakan dokumen bodong berupa Surat Keputusan (SK) kepegawaian pemohon pinjaman kredit kepegawaian tahun 2015.

Marwah adalah Kepala SDN 11 Pasui di Kelurahan Sapanang, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, Sulsel.

Baca: Ponpes DDI Baru Baru Tanga Juara Kompetisi Futsal Tingkat SMA se Kabupaten Pangkep

Polres Pangkep juga telah menetapkan enam orang tersangka kasus kredit fiktif di Bank Rakyat Indonesia (BRI) unit Tumampua, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Sulsel.

Jumlah dana yang berhasil dicairkan sebanyak Rp 600 juta.

Pencairan tiga kali mulai bulan September tahun 2015 yakni Rp 200 juta, bulan November 2015 yakni Rp 200 juta dan bulan Januari 2016 yakni Rp 200 juta.(*)

Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help