TribunTimur/

21 Pendekar Kung Fu Shaolin dari Afrika Pukau Warga Makassar

Atraksi yang dipertunjukkan, mulai dari aksi jurus telapak tangan, hingga aksi memainkan tongkat ala shaolin ini membuat penonton lupa berkedip.

21 Pendekar Kung Fu Shaolin dari Afrika Pukau Warga Makassar
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Sejumlah anak asal negara Malawi dan Leshoto Afrika menunjukkan bakatnya dalam event Makassar-Africa Culture Exchange yang berlangsung di Hotel Four Point by Sheraton, Jl Landak Baru, Makssar, Sabtu (12/8). 

Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Aksi 21 Pendekar Kung Fu Shaolin di acara Makassar - Africa Art end Culture membuat para penonton histeris di Four Points by Sheraton, Sabtu (13/8/2017) malam. Tak berbeda dengan yang ada di film layar lebar

21 pendekar yang di boyong oleh Amitoto Care Center (ACC) Indonesia ini, memerlihatkan seluruh jurus yang berasal dari negeri Tiongkok (china).

Atraksi yang dipertunjukkan, mulai dari aksi jurus telapak tangan, hingga aksi memainkan tongkat ala shaolin ini membuat penonton lupa berkedip.

Panitia Pelaksana yang juga pengelola Vihara Girinaga Makassar Roy Ruslim mengatakan yang menariknya dari Kung Fu Shaolin yang biasa di lakoni oleh marga tionghoa, ini dilakukan oleh anak-anak dari sebuah daerah tertingal di Afrika, yakni Malawi.

Berbagai jurus yang ditampilkan seperti Jurus 9 Matahari, Tapak Duka Nestapa, Jurus 18 Tapak Penakluk Naga, dan banyak lagi.

Tak hanya itu, sesuai dengan tajuk acara, yakni Makassar Africa Art end Culture ini juga di mempersembahkan tarian kolaborasi empat etnis budaya makassar bugis mandar dan toraja.

Di tempat yang sama, hadir juga Suhu Hui Li, guru dari para 21 pendekar cilik Kung Fu Shaolin dari Afrika. Suhu Hui Li, datang ke Makassar didampingi oleh Ketua ACC Indonesia Luci Salim.

Hadir juga dilokasi Asisten II Pemkot Makassar Kusayyeng. Kusayyeng mewakili Walikota  Makassar Danny Pomanto.

Kusayyeng memberi presiasi kepada panitia karena mengadakan kegiatan yang memiliki makna luas, yakni menghubungkan tiga etnis yakni Tionghoa, Makassar dan Afrika..

Dengan begitu katanya, hal ini harus dipertahankan dan harus menjadi agenda tahunan demi memikat kunjungan wisatawan datang ke Indonesia.

"Saya salut dengan panita. Mewakili pemerintah saya ucapkan terima kasih," katanya.(*)

Penulis: Saldy
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help