TribunTimur/

Triwulan Kedua 2017, Ekonomi Sulbar Tumbuh Sebesar 3,85 Persen

Angka tersebut menunjukan adanya peningkatan dari triwulan pertama yang mengalami kontraksi sebesar 7,45 persen.

Triwulan Kedua 2017, Ekonomi Sulbar Tumbuh Sebesar 3,85 Persen
nurhadi/tribunsulbar.com
Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbar merilis data perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) atau inflasi Sulbar selama Juli 2017, di kantornya , Jl Marthadinata, Kelurahan Simboro, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Selasa (8/8/2017). 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Perekonomian Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) pada triwulan kedua tahun 2017 tumbuh secara positif.

Hal itu berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbar kepada wartawan, Selasa (8/8/2017).

Perekonomian di Sulbar pada triwulan kedua tumbuh sebesar 3,85 persen.

Angka tersebut menunjukan adanya peningkatan dari triwulan pertama yang mengalami kontraksi sebesar 7,45 persen.

"Pada triwulan pertama, sebagian besar lapangan usaha mengalami kontraksi. Sedangkan pada triwulan kedua hanya ada dua lapangan usaha yang bergerak yakni industri pengolahan dan pertambangan penggalian," kata Kepala BPS Sulbar Suntonom di kantornya.

Baca: 6 Provinsi Mengutus Pembalap Terbaiknya di Kejurnas Motorprix Mamuju Sulbar 2017

Ia menambahkan, kategori pertanian, kehutanan dan perikanan sebagai kontribusi utama, pada triwulan kedua 2017 tumbuh sebesar 4,73 persen, lebih cepat dibandingkan triwulan sebelumnya yang hanya 0,47 persen.

Pada kondisi tersebut, terdapat satu lapangan usaha dengan pergerakan pertumbuhan yang mencapai dua digit. yakni lapangan usaha informasi dan komunikasi yang tumbuh sebesar 11,72 persen.

Meski demikian, kata Suntono, bila dibandingkan pada triwulan yang sama tahun 2015 dan 2016, perekonomian Sulbar justru mengalami perlambatan.

Baca: Terkendala Biaya Usai Bersalin, Warga Binanga Sulbar Ini Tinggalkan Bayinya di Rumah Sakit

"Memang pada triwulan kedua tahun ini perekonomian Sulbar mengalami pertumbuhan sebesar 3,85 persen, tapi jika kita bandingkan pada triwulan yang sama pada tahun 2015 dan 2016, angka ini justru menunjukkan adanya perlambatan," ujarnya.

Ia menjelaskan, perekonomian Sulbar diukur berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga Rp 9,49 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 7,10 triliun.(*)

Penulis: Nurhadi
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help