Korupsi Rp 925 Juta, Tim Pendamping BSPS Ditahan

Menurut Salahuddin, Andra Ardiansa diduga melakukan tindakan yang tidak sesuai juknis, juklak dan pedum kegiatan.

Korupsi Rp 925 Juta, Tim Pendamping BSPS Ditahan
ilustrasi

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-- Kejaksaan Negeri Gowa melakukan penahanan terhadap Andra Ardiansa selaku tersangka dalam perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) TA 2013 di Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa.

Tersangka ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Makassar, Senin (31/07/2017).

Ia ditahan berdasarkan Surat Perintah Kajari Gowa no. Print - 03/R.4.14/RT.2/Ft.1/07/2017 tanggal 31 Juli 2017.

"Benar, tim Kejari Gowa melakukan penahanan untuk selama 20 hari di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Makassar," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati, Salahuddin.

Menurut Salahuddin, Andra Ardiansa diduga melakukan tindakan yang tidak sesuai juknis, juklak dan pedum kegiatan.

Diantaranya tersangka selaku TPM yang mengelola dana BSPS dalam kapasitasnya sebagai tim pendamping masyarakat.

Seharusnya dikelola sendiri oleh masyarakat penerima bantuan, diantaranya melakukan pembelian bahan non pabrikan seperti pasir, batu merah, batu gunung dan timbunan dan membuat laporan pelaksanaan BSPS TA 2013.

Tapi, tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya sehingga menimbulkan kerugian negera sebesar Rp. 925.460.950,00.

Penulis: Hasan Basri
Editor: Ardy Muchlis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved