Pengadaan Listrik di Letta Tertunda, PLN Pinrang Salahkan Kementerian Kehutanan

Ambo menyebutkan, ada sekitar 14 hingga17 Km di daerah tersebut masuk kawasan hutan lindung.

Pengadaan Listrik di Letta Tertunda, PLN Pinrang Salahkan Kementerian Kehutanan
Ansar/Tribun Timur
Pohon tumbang di poros Bantimurung tepatnya di jembatan sekitar patung monyet menyebabkan kerusakan jaringan listrik, Minggu (16/7/2017)

TRIBUNPINRANG.COM, WATANG SAWITTO - Masyarakat Desa Letta, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, menyayangkan lambannya sikap pemerintah dalam pengadaan listrik di desa tersebut.

Padahal, pengadaan listrik itu telah dijanjikan pemerintah pada tahun 2016 lalu, bahkan memastikan selesai pengadaannya sebelum tahun 2017.

Namun, hingga saat ini tak kunjung menemui kejelasan.

Manager PLN area Pinrang Ambo Tuwo mengatakan, pengadaan listrik di desa tersebut terkendala izin dari pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

"Beberapa titik lokasi yang hendak dipasangkan tiang listrik masuk dalam kawasan hutan lindung. Jadi butuh adanya perizinan," tuturnya saat ditemui TribunPinrang.com di Hotel M, Jl Jend Sudirman, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Jumat (21/7/2017).

Ambo menyebutkan, ada sekitar 14 hingga17 Km di daerah tersebut masuk kawasan hutan lindung.

"Tapi kami sudah koordinasi ke pihak terkait untuk kepentingan perizinan pada September 2016 lalu, sisa tunggu izinnya keluar," ujarnya.

Ambo menambahkan, pengadaan listrik di Desa Letta itu diupayakan usai dalam kurun waktu satu semester (4 hingga 6 bulan).

"Kami akan upayakan. Apalagi, sudah ada anggaran untuk merampungkan pengadaan listrik di desa itu," pungkasnya.

Penulis: Hery Syahrullah
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help