Manager PLN Pinrang Bantah Pungut Biaya Pengadaan Instalasi Listrik dari Warga Letta

Selama ini pihaknya tak pernah membebankan biaya pada pengguna listrik sebelum pengadaannya rampung.

Manager PLN Pinrang Bantah Pungut Biaya Pengadaan Instalasi Listrik dari Warga Letta
SHUTTERSTOCK
ILUSTRASI 

TRIBUNPINRANG.COM, LEMBANG - Manager PLN area Pinrang Ambo Tuwo membantah adanya pungutan Rp 1,5 juta dari warga Desa Letta, Kecamatan Lembang.

Hal itu diutarakannya menaggapi keluhan warga Letta yang membayar untuk alat pengadaan listrik.

"Pihak kami sama sekali tak pernah melakukan pungutan seperti itu," tutur Ambo kepada TribunPinrang.com, Jumat (21/7/2017).

Ambo menyebutkan, selama ini pihaknya tak pernah membebankan biaya pada pengguna listrik sebelum pengadaannya rampung.

Baca: Warga Letta Pinrang Mengeluh, Sudah Bayar Rp 1,5 Juta Tapi Belum Nikmati Listrik

"Tak ada pungutan sebelum semuanya rampung. Jika ada, berarti itu bukan dari pihak kami," ujarnya.

Ambo mengimbau masyarakat tak langsung merespon jikalau ada pungutan tak jelas semacam itu.

"Kami tegaskan, pihak kami tak pernah membebankan biaya untuk pengguna listrik yang belum rampung pengadaannya," ucapnya.

Baca: Pengadaan Listrik di Letta Tertunda, PLN Pinrang Salahkan Kementerian Kehutanan

Sebelumnya, warga Desa Letta mengelukan lambannya sikap pemerintah dalam pengadaan listrik.

Bahkan, sejumlah warga pun telah membayar pungutan sebesar Rp 1,5 juta per rumah, untuk keperluan pengadaan instalasi listrik di desa tersebut.

Namun, belum ada kejelasan hingga saat ini.(*)

Penulis: Hery Syahrullah
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help