TribunTimur/
Home »

Gowa

Warga Panyangkalang Desak Polres Gowa Hentikan Tambang Liar

Puluhan warga Desa Panyangkalang melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Mapolres Gowa, Senin (17/7/2017).

Warga Panyangkalang Desak Polres Gowa Hentikan Tambang Liar
HANDOVER
Puluhan warga Desa Panyangkalang, Kecamatan Bajeng, Gowa yang mengatasnamakan masyarakat anti tambang liar (mataliar) melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Mapolres Gowa, senin (17/7/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA- Puluhan warga Desa Panyangkalang, Kecamatan Bajeng, Gowa yang mengatasnamakan masyarakat anti tambang liar (mataliar) melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Mapolres Gowa, senin (17/7/2017).

Mereka menuntut agar pihak Polres Gowa segera menghentikan aktivitas tambang liar dilingkungan mereka.

"Kami meminta agar pihak kepolisian segera menertibkan aktifitas tambang liar di desa kami, dan menindaki pelaku penambang liar yang telah disita alat berat dan ekscavatornya, ini sangat meresahkan kami" kata koordinator aksi, Agung.

Para pendemo juga meminta agar pihak kepolisian segera memproses para pelaku tambang liar yang telah terbukti melakukan penambangan ilegal.

"Alat berat dan kendaraanya kan sudah disita, masa pemiliknya tidak diproses. Kami minta kepada pihak kepolisian agar segera memprosesnya," katanya lagi.

Seorang warga, Nurlela Said berharap agar aktifvtas penambangn ini segera ditertibkan oleh pihak kepolisian dan pemda Gowa.

"Kami sangat berharap pihak kepolisian dan pemda Gowa segera bertindak tegas menertibkan tambang liar ini. Ini sudah berlangsung selama belasan tahun, kasihan kita ini disini," ujar Nurlela yang jug warga Dusun Saptamarga.

Ia mengatakan selama aktivitas tambang liar ini berlangsung dirinya bersama warga yang lain sangat terganggu akibat dampak yang ditimbulkan, karena jalan-jalan menjadi rusak, banjir, dan berdebu jika musim kemarau, begitupula sumur mereka menjadi keiring.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Darwis Akib yang dikonfirmasi mengaku kalau aksi yang dilakukan masyarakat ini akan ia tindak lanjuti sesuai prosedur  yang berlaku.

"Apa yang menjadi tuntutan warga pasti kita tindak lanjuti, hanya saja semua itu melalui prosedur, salah satunya kami butuhkan laporan resmi dari warga," jelas, Darwis, saat dihunungi Via selularnya.

Terkait permintaan warga untuk memproses secara hukum pemilik alat berat Akscavator, Darwis mengatakan pihaknya masih menunggu laporan resmi dari masyarakat. (*)

Penulis: Waode Nurmin
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help