TribunTimur/
Home »

Opini

opini

Bekerja Dibayar atau Belajar Dibayar

Itu pertanyaan yang sering saya tanyakan kepada karyawan baru di Kalla Group.

Bekerja Dibayar atau Belajar Dibayar
TRIBUN TIMUR/SAKINAH SUDIN
CHC Strategic & Development Div Head Kalla Group, Syamril 

Oleh: Syamril
Direktur Sekolah Islam Athirah

Mana yang Anda pilih "bekerja dibayar atau belajar dibayar?". Itu pertanyaan yang sering saya tanyakan kepada karyawan baru di Kalla Group.

Pertanyaan ini penting karena akan membangun mindset dan membentuk sikap, perasaan, tindakan dan kebahagiaan di tempat kerja.

Kok bisa? Mari kita bahas satu persatu. "Bekerja dibayar", ini hal biasa. Setiap hari jutaan orang bekerja sebagai karyawan dan pegawai apakah di sektor private/swasta atau sektor publik sebagai PNS.

Mereka bekerja 40 jam sepekan. Masuk pagi pulang sore. Pada akhir bulan mereka akan mendapatkan gaji sesuai perjanjian kerja atau ketentuan lembaga.

Baca juga: Syarat Makassar Kota Layak Pemuda

Jika pada akhir tahun pencapaiannya melebihi target maka mereka akan mendapatkan bonus tahunan.

Gaji yang diperoleh digunakannya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya baik pangan, sandang dan papan juga hiburan.

Bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan segala tingkatannya (primer, sekunder, tertier) merupakan level dasar makhluk yang Allah ciptakan di muka bumi ini. Bukan cuma manusia yang harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Binatang/hewan pun seperti burung, singa, monyet, ikan dan lainnya harus berusaha terlebih dahulu untuk mendapatkan makanan.

Halaman
123
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help