TribunTimur/

Upaya Pencegahan Peredaran dan Penyalahgunaan Narkoba di Lingkungan Kerja

ILO juga menunjukkan lebih dari 40 persen kecelakaan kerja disebabkan oleh adanya penyalahgunaan narkoba dan miras

TRIBUN-TIMUR.COM-Pusat Penelitian kesehatan Universitas Indonesia (UI) bekerjasama dengan BNN pada tahun 2014 merilis jumlah pengguna narkoba tertinggi adalah pekerja dengan persentase 50,34 persen, pelajar 27,32 persen dan pengangguran sebesar 22,34 persen.

Hasil ini merupakan analisis besarnya persentase pekerja menggunakan narkoba karena golongan ini sudah bisa menghasilkan uang secara mandiri. Hal itu disebut-sebut mudah mendapatkan narkoba.

ILO juga menunjukkan lebih dari 40 persen kecelakaan kerja disebabkan oleh adanya penyalahgunaan narkoba dan miras yang terjadi di lingkungan kerja.

Keadaan seperti ini dibuktikan dari contoh-contoh yang telah terjadi, tabrakan kereta api di Maryland (USA), minyak tanker Exxon di Alaska, Amerika Serikat.

Kecelakaan kerja sangat mempengaruhi bahkan berdampak negatif terhadap kesehatan dan produktivitas kerja.

Karyawan yang ketergantungan narkoba dan alkohol sangat merugikan perusahaan. Mengapa hal itu bisa terjadi? Pertama tingkat kehadiran karyawan sangat menurun, banyak alasan tidak masuk kerja, sering sakit, serta biaya kompensasi kesehatan meningkat diakibatkan dari kecelakaan kerja yang banyak terjadi.

Pekerja di sektor lapangan usaha konstruksi, pertambangan dan jasa kemasyarakatan dan sosial, lebih rentan terhadap penyalahgunaan Narkoba dibanding pekerja di sektor lain.

Kenaikan tertinggi pada sektor jasa kemasyarakatan dan sosial dari 5,4% (2009) menjadi 9.8% (2012) disebabkan adanya kontribusi dari sub-sektor kesehatan, yang pada tahun 2009, sub-sektor ini tidak tersurvei. Ganja dan shabu-shabu adalah narkoba yang paling banyak disalahgunakan di kalangan pekerja.

Melihat kondisi seperti di atas seharusnyalah tempat kerja perlu menyadari dan bergegas untuk melakukan pencegahan dini terhadap penyalahgunaan dan peredaran narkoba di lingkungan kerja. Prinsip yang harus berjalan di sebuah perusahaan adalah pekerja sehat, produktivitas meningkat begitupun sebaliknya.

Oleh karena itu, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi telah berusaha mengeluarkan Peraturan Menteri No. 11/MEN/VI/2005 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika, Psikotropika dan zat adiktif lainnya di tempat kerja.

Halaman
12
Editor: Anita Kusuma Wardana
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help